Breaking News:

Bank Syariah Inklusif, Modern, Rahmatan Lil’Alamin

BANK Syariah sebagai lembaga keuangan yang menerapkan prinsip Syariah dalam kegiatan operasionalnya hadir dalam kehidupan Muslim kontemporer

Editor: bakri
Bank Syariah Inklusif, Modern, Rahmatan Lil’Alamin
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Hafas Furqani, M.Ec

BANK Syariah sebagai lembaga keuangan yang menerapkan prinsip Syariah dalam kegiatan operasionalnya hadir dalam kehidupan Muslim kontemporer untuk menjawab berbagai permasalahan ekonomi, seperti kemiskinan, pengangguran, infl asi, dan berupaya menjembatani sektor keuangan dan sektor ekonomi riil.

Bank Syariah disamping ditujukan sebagai lembaga keuangan yang menjawab permasalahan bunga (interest) yang termasuk salah satu bentuk riba yang diharamkan dalam transaksi lembaga keuangan modern, juga untuk mengartikulasikan nilai-nilai Syariah dalam bentuk yang lebih luas dan nyata.

Pengharaman riba dalam hal ini dipahami untuk menghilangkan berbagai hal yang ditentang Islam seperti kezaliman, eksploitasi, penipuan, layanan buruk dan ketidakadilan dalam transaksi keuangan, dan digantikan dengan value proposition yang lebih nyata, yaitu keadilan, transparansi, kemaslahatan, keterkaitan antara sektor rill dan keuangan, serta integrasi antara tujuan komersial dan sosial.

Bank Syariah modern berupaya untuk menjadi lembaga keuangan unggulan, yang memberikan fasilitas transaksi yang halal dan patuh syariah, serta memberikan kenyamanan dalam transaksi keuangan, terjalinnya hubungan kemitraan, dan terwujudnya kesejahteraan bersama. Ini berangkat dari prinsip Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin yang menghendaki terangkulnya semua masyarakat yang tidak terbatas untuk umat Muslim saja, tetapi seluruh masyarakat. Di samping itu, Bank Syariah juga merangkul sektor-sektor yang selama ini terpinggirkan dari ekonomi pasar melalui semangat kolaborasi dengan berbagai pihak dan memberdayakan kelompok lemah.

Tujuan inklusi keuangan Syariah adalah upaya untuk memberikan akses layanan jasa perbankan Syariah kepada semua lapisan masyarakat. Saat ini, berdasarkan survey OJK, indeks inklusi bank Syariah Indonesia sebesar 11,06%. Ini artinya, hanya 11 dari 100 orang Indonesia menggunakan layanan bank Syariah. Untuk Aceh, indeks inklusinya lebih tinggi yaitu sebesar 41,45%. Namun demikian masih ada sekitar separohnya yang belum memiliki akses kepada Bank Syariah.

Karena itu, usaha berterusan untuk sosialisasi dan penetrasi kepada masyarakat tentang sistem keuangan Syariah sangat diperlukan sehingga seluruh lapisan masyarakat memiliki akses kepada berbagai layanan jasa keuangan. Sebagai lembaga keuangan yang bertujuan menerapkan Maqasid Syariah, Bank Syariah juga menjalankan fungsi social finance dengan berkolaborasi dan bermitra dengan kelompok marginal untuk meningkatkan perekonomian, menurunkan angka kemiskinan serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Integrasi fungsi commercial finance oleh perbankan Syariah juga dilakukan dengan mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, wakaf, dan potensi lainnya untuk kepentingan umat. Lebih lanjut, ke depan, diperkirakan arah perkembangan industri keuangan akan mengarah kepada pelayanan digital dengan berbagai inovasi fi nancial technology.

Perusahaan teknologi fi nansial akan terus memperbesar pengaruhnya terhadap pangsa pasar pengguna keuangan Syariah lewat perluasan basis layanan. Hingga akhir 2020, nilai pembiayaan fi ntech syariah mencapai Rp 1,7 triliun, naik dari realisasi tahun sebelumnya Rp 1 triliun.

Bank Syariah, sebagai lembaga keuangan modern harus segera merespon tuntutan nasabah akan pelayanan yang cepat, mudah, murah, transparan melalui sistem digital. Dalam merespon ini, Bank Syariah juga berupaya untuk menjadi mitra menawarkan solusi dan inovasi bisnis digital bagi UKM yang saat ini sedang digencarkan oleh Kementerian Koperasi UKM.

* Direktur CENTRIEFP FEBI UIN Ar-Raniry. Email: hafasf@gmail.com

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved