Breaking News:

Gubernur Nova dan Long Covid-19, Fenomena yang Masih Menjadi Misteri

Saat ini Long COVID-19 masih terus diteliti untuk memantau perkembangannya.

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
SERAMBI/HENDRI
Nova Iriansyah positif covid-19. 

Hal itu dikuatkan dengan studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

Riset yang dilakukan CDC mengamati lebih dari 3.900 pekerja medis di garda depan.

Hasilnya, vaksinasi lengkap (dua dosis) akan melindungi seseorang dari infeksi hingga 90 persen.

Sementara orang yang baru mendapat satu dosis vaksin, memiliki kemungkinan 81 persen lebih kecil untuk terinfeksi dibanding orang yang belum divaksin.

"Ini menambah bukti keefektifan vaksin di dunia nyata," kata CDC Senin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari CNN, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Instagram Tambahkan Fitur Reels, Disebut-sebut Mirip TikTok, Begini Cara Pakainya

Baca juga: CPNS 2021 - Ini Syarat CPNS Khusus Cumlaude, Catat Jadwal Pendaftarannya

Baca juga: Sindikat Pencuri Toyota Innova dan Honda Jazz Digulung, 9 Pelaku Jaringan Antar Kabupaten Diciduk

Sementara studi yang mengamati petugas medis yang sudah divaksin sejak Desember 2020 menunjukkan bahwa sejauh ini ada 5 persen yang positif Covid-19.

Data menunjukkan, 16 dari 204 orang yang terinfeksi telah divaksinasi.

"Dan orang yang divaksinasi penuh yang masih terkena Covid-19 cenderung memiliki penyakit yang lebih ringan, lebih pendek, dan tampaknya kecil kemungkinannya untuk menyebarkan virus ke orang lain," kata CDC.

"Manfaat ini adalah alasan penting lainnya untuk melakukan vaksinasi," imbuhnya.

Lalu apa sebenarnya Long Covid-19 itu?

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved