Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Ketakutan Mengintai Warga Kota Afghanistan Utara, Taliban Mengepung dari Seluruh Penjuru

Ketakutan mengintai warga Kunduz, Afghanistan utara atas pertempuran antara pasukan pemerintah dan militan Taliban

Tayang:
Editor: M Nur Pakar

SERAMBINEWS.COM, KUNDUZ - Ketakutan mengintai warga Kunduz, Afghanistan utara atas pertempuran antara pasukan pemerintah dan militan Taliban

Dilaporkan, pasukan pemerintah berpatroli di jalan-jalan dan gerilyawan Taliban mengepung kota sekitar Afghanistan utara.

Taliban telah menguasai kota itu dua kali dalam beberapa tahun terakhir, walau dalam waktu singkat.

Tetapi sekarang telah merebut distrik-distrik di sekitarnya dan perbatasan utama dengan Tajikistan.

“Taliban telah mengepung kota kami,” kata Qudratullah, seorang penjual buah yang hampir tidak melakukan bisnis apa pun sejak pertempuran pertama kali meletus di Provinsi Kunduz dua minggu lalu.

“Bahkan hari ini ada pertempuran sporadis di pinggiran kota,” kata Qudratullah, yang seperti banyak orang Afghanistan hanya menggunakan satu nama.

“Jika pemerintah tidak meluncurkan operasi melawan Taliban, pengepungan mereka akan berlanjut untuk waktu yang lama.”

Sebagian besar bisnis di Kunduz tetap tutup dan kendaraan tetap berada di luar jalan, seorang koresponden AFP yang berkeliling kota melaporkan.

Baca juga: Penterjemah Afghanistan Kabur dari Buruan Taliban, Mendarat di Inggris

Lusinan kendaraan militer berpatroli di jalan-jalan saat pasukan pemerintah baru dikerahkan di kota berpenduduk sekitar 300.000 jiwa itu.

Namun, dibanjiri oleh penduduk pedesaan yang melarikan diri dari pertempuran di distrik tersebut.

Pasukan terlihat menembak secara sporadis ke posisi Taliban, dan mayat dua pemberontak tergeletak di tanah di tepi timur Kunduz.

Direktur kesehatan masyarakat kota itu mengatakan kepada AFP bahwa sejak pertempuran meletus seminggu yang lalu, 21 warga sipil tewas dan 225 terluka.

Penduduk mengatakan mereka menderita pemadaman air dan listrik, dan beberapa toko buka.

Warga Kunduz, Hasib, mengatakan dia khawatir Taliban akan segera melancarkan serangan besar-besaran ke kota itu.

"Kami tidak merasa aman... Kami telah melihat Taliban merebut kota itu dua kali sebelumnya, dan kami tidak ingin kota itu jatuh lagi ke tangan mereka," katanya.

"Pasukan pemerintah harus mematahkan pengepungan Taliban, jika tidak Taliban akan melanjutkan serangan mereka ... dan pengepungan mereka akan berlanjut selamanya," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved