Realisasi KUR
Hingga Juni 2021, Realisasi KUR di Aceh Capai Rp 834 Miliar
Syafriadi menjelaskan, Margin pembiayaan program KUR yang disubsidi oleh pemerintah mencapai 5,5% sampai dengan 14%, tergantung skema KUR yang digunak
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
Syafriadi merincikan, untuk Aceh, sampai dengan 25 Juni 2021, realisasi pembiayaan KUR mencapai Rp834,56 miliar dengan 19.458 debitur.
Kota Banda Aceh menjadi daerah yang paling besar penyalurannya, yaitu sebesar Rp86,42 miliar atau 10,4%, diikuti dengan Aceh Utara sebesar Rp74,06 miliar atau 8,9% dan Aceh Besar sebesar Rp70,04 miliar atau 8,4% dari total penyaluran.
Katanya, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi sektor yang mendominasi pembiayaan KUR dengan nilai penyaluran mencapai Rp404,68 miliar atau 48,5%, diikuti Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar Rp248,26 miliar atau 29,7% dan Sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan Dan Perorangan Lainnya sebesar Rp62,15 miliar atau 7,4% dari total penyaluran.
“Di semester satu ini, Kanwil DJPb Provinsi Aceh telah melaksanakan kegiatan monev salah satunya adalah melakukan survei sampling terhadap para debitur penerima pembiayaan KUR,” ujar Syafriadi.
“Survei ini bertujuan untuk mengukur dampak pembiayaan KUR terhadap omset dan profit, penyerapan tenaga kerja, besaran margin pembiayaan per tahun dan tingkat kepuasan debitur terhadap pelaksanaan program KUR” jelas Syafriadi.
Pemerintah telah memberikan relaksasi pembiayaan KUR di antaranya tambahan subsidi margin, penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan dan penambahan limit plafon pembiayaan.
Program KUR merupakan pembiayaan murah oleh perbankan yang ditujukan dalam rangka meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif.
Syafriadi menambahakan di masa pandemi ini, dengan margin yang rendah ditambah berbagai kebijakan relaksasi yang diberikan Pemerintah, pembiayaan KUR telah berkontribusi positif bagi para debitur.
Hal ini terlihat dari nilai omset dan profit serta penyerapan tenaga kerja yang menunjukkan pertumbuhan positif.
Pembiayaan KUR telah mampu memperkuat para pelaku UMKM untuk dapat bertahan walaupun berada di masa pandemi Covid-19.
Hasil survei juga menyebutkan bahwa keberadaan KUR sangat diharapkan untuk terus dipertahankan dalam upaya mendukung tumbuh-kembangnya UMKM di Aceh.
“Kami punya harapan yang tinggi bahwa program pembiayaan KUR ini dapat dinikmati oleh lebih banyak pelaku UMKM di Aceh. Nilai penyalurannya dapat terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga akan memberikan dampak terhadap perkembangan dan kemajuan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di Aceh,” tutup Syafriadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-kantor-wilayah-direktorat-jenderal-perbendarahaan-djpb-aceh-syafriadi.jpg)