Breaking News:

Berita Aceh Timur

Mantan Kombatan GAM dan Eks Tapol di Aceh Timur Dapat Lahan 2 Hektare, Implementasi MoU Helsinki

Eks kombatan GAM yang mendiami perumahan di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Desa Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, mendapatkan lahan 2 hektare.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib, SH saat meninjau kawasan eks Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perumahan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang didiami eks kombatan GAM, dan masyarakat terimbas konflik di Sumedang Jaya, Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin (17/2/2020). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Eks kombatan GAM yang mendiami perumahan di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, akan mendapatkan dua hektare tanah.

Tidak hanya eks kombatan, sesuai amanah MoU Helsinki, yang berhak mendapatkan dua hektare tanah juga tahanan politik ( Tapol) dan narapidana politik (Napol), serta masyarakat terimbas konflik.

Hal itu dikatakan oleh MB Bandi Harvirdaus, Kepala Dinas Pertanahan Aceh Timur kepada Serambinews.com, Minggu (27/6/2021).

"Tanah yang akan dibagikan (redistribusi tanah) kepada eks kombatan, tapol/napol, dan masyarakat terimbas yang mendiami perumahan KTM yaitu lahan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) eks lahan PT Gunung Meudang Raya Utama Timber (GMRUT),” jelas Bandi.

“Yang mana lahan tersebut sudah dicabut hak pengelolaannya dari PT GMRUT oleh Menteri LHK dan Kehutanan pada tahun 2019,” urainya.

“Kini statusnya menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) yang pengelolaannya di bawah kewenangan Pemda Aceh Timur," ungkap Bandi Harvirdaus.

Baca juga: Kisah Mantan Kombatan GAM Pereulak, Bebas dari Cilandak Jualan Rujak dan Pulang Setelah 17 Tahun

Baca juga: Hilang Ditangkap TNI 20 Tahun Lalu, Mantan Kombatan GAM Pereulak Ini Muncul dan Kabarkan Ada di Jawa

Baca juga: Mantan Kombatan GAM Ismuhardi, Sudah Setahun Terbaring Akibat Penyakit yang Dideritanya

Karena pengelolaannya menjadi kewenangan Pemda, terang Bandi, maka Bupati Aceh Timur akan membagikan lahan eks HTI seluas 7.300 hektare itu, kepada 189 warga yang telah mendiami perumahan di kawasan KTM tersebut.

Hingga saat ini, tukas Bandi, rencana pembagian tanah itu sedang tahap pengukuran.

Di mana lahan yang sudah dikelola warga nanti pemiliknya menunjukkan lahannya, lalu diukur oleh BPN dan dikeluarkan sertifikatnya.

Syafrizal Komeng, Kepala Dusun Sumedang Jaya yang juga Panglima KPA 05 Idi Rayeuk mengatakan, saat ini 189 perumahan di KTM tersebut, 70 persen dihuni oleh KPA dan masyarakat duafa.

Selama ini, masyarakat yang mendiami perumahan itu sudah bercocok tanam di lahan eks HTI PT GMRUT, dan mengembangkan berbagai komoditi.

Pada Kamis 17 Juni lalu, ungkap Komeng, Dinas Pertanahan dan BPN, serta Disnakertrans, Aceh Timur, sudah mensurvei kawasan eks HTI yang ditanami masyarakat agar tidak ada tumpang tindih hak milik.

Baca juga: Mantan Kombatan GAM Pidie Jaya Kembangkan Usaha Minyak Sere Wangi

Baca juga: Wakil Menteri ATR/BPN RI Kunjungi Lahan Pemberdayaan Ekonomi Mantan Kombatan GAM di Pidie Jaya

Baca juga: Bahas Lahan untuk Mantan Kombatan GAM, Wamen Agraria Bertemu Wali Nanggroe

"Setiap orang yang mendiami rumah di KTM dan sudah menjadi warga setempat, akan mendapatkan 2 hektare lahan. Insya Allah, dalam waktu tiga bulan ini sudah siap sertifikatnya," ungkap Komeng.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved