Selasa, 21 April 2026

Luar Negeri

Pemerintah Bangladesh Mulai Lockdown Total, Warga Ramai-ramai Tinggalkan Ibukota Dhaka

Warga Dhaka memadati terminal feri Dhaka untuk meninggalkan ibukota Bangladesh itu menuju daerah pedesaan dan kota-kota terdekat, Sabtu (26/6).

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Warga Bangladesh padati terminal feri untuk meninggalkan Dhaka jelang pemberlakuan lockdown nasional mulai Senin (28/6/2021) 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA – Pemerintah Bangladesh akan memberlakukan lockdown nasional di negara itu untuk menekan penularan Covid-19.

Lockdown nasional akan diberlakukan selama satu minggu, dan mulai berlaku Senin (28/6).

Seiring pemberlakuan lockdown nasional, warga berbondong-bondong meninggalkan ibukota Dhaka Bangladesh.

Warga Dhaka memadati terminal feri Dhaka untuk meninggalkan ibukota Bangladesh itu menuju daerah pedesaan dan kota-kota terdekat, Sabtu (26/6).

Warga mencoba menghindari lockdown nasional selama satu minggu, dan mulai berlaku Senin (28/6) depan.

Jika lockdown total dilakukan, tak seorang pun di Bangladesh diizinkan meninggalkann rumah kecuali ada keadaan darurat.

Lockdown dilakukan setelah lonjakan kasus Covid-19 di negara itu tinggi,  banyak yang terkait dengan varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di negara tetangga India.

Gelombang virus terbaru di Bangladesh dimulai sekitar enam minggu lalu. 

Pada 15 Mei, ada 261 kasus baru dan 22 kematian yang dilaporkan.

Namun pada Jumat (25/6), ada 5.869 kasus baru dan 108 kematian.

Jumlah kematian ini adalah kematian harian tertinggi kedua di negara itu selama pandemic Covid-19.

Banyak rumah sakit kewalahan menampung dan mencoba menyelamatkan pasien, terutama rumah sakit yang berada di perbatasan dengan India.

Warga Bangladesh padati terminal feri untuk meninggalkan Dhaka jelang pemberlakuan lockdown nasional mulai Senin (28/6/2021)
Warga Bangladesh padati terminal feri untuk meninggalkan Dhaka jelang pemberlakuan lockdown nasional mulai Senin (28/6/2021) (AFP)

Baca juga: Arab Saudi Segera Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua Bagi Warga Berusia 50 Tahun ke Atas

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei Disuntik Vaksin Covid-19, Hasil Produksi Sendiri

Karena peningkatan kasus yang tajam, pemerintah setempat telah menghentikan  layanan kereta api dan bus, dengan pengecualian untuk layanan darurat.

Warga yang berharap meninggalkan kota terpaksa menyewa kendaraan pribadi, atau bahkan berjalan kaki, karena transportasi dihentikan.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Informasi Pers Bangladesh (PID) mengatakan semua kantor, termasuk kantor pemerintah, semi-pemerintah dan swasta, juga akan ditutup.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved