Jumat, 24 April 2026

Pria Diduga ODGJ Mengamuk Ancam Bacok Warga Pakai Golok, Pelaku Tewas Ditembak Polisi 

Sebab, aksi pelaku yang mengancam membacok warga dengan golok juga mengancam keselamatan jiwa orang lain.

Editor: Faisal Zamzami
Pragativadi.com
Ilustrasi penembakan 

SERAMBINEWS.COM, TANGERANG - Seorang pria yang diduga mengidap Gangguan Jiwa (ODGJ) tewas ditembak polisi.

Sebab, aksi pelaku yang mengancam membacok warga dengan golok juga mengancam keselamatan jiwa orang lain.

Pria itu berinisial MS (45) warga Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang.

MS tewas setelah ditembak polisi pada Minggu (28/6/2021).

MS diketahui ternyata berstatus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Usut punya usut, MS ditembak hingga tewas karena awalnya menyerang warga dan polisi.

Ia mengamuk dan mengancam warga menggunakan sebilah golok.

Mengamuknya MS  diketahui dari laporan Hapid Hidayat (21) yang diancam dengan golok.

Petugas langsung datang pada Minggu (27/6/2021) sekira pukul 19.00 WIB tepatnya di Kampung Pulo Cangkir di Desa Kronjo.

"Tiba-tiba datang pelaku dengan memegang sebilah golok," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Di lokasi, MS mengayun-ayunkan golok dan langsung menyerang pelapor dengan  beberapa orang lainnya yang menjadi saksi yaitu Khotib (25), Radiman (47) dan Samsul (45).

Untungnya, ia bisa menghindar dari amukan pelaku.

Seorang warga di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang tewas setelah ditembak polisi karena mengancam menggunakan sebilah golok pada Minggu (28/6/2021).
Seorang warga di Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang tewas setelah ditembak polisi karena mengancam menggunakan sebilah golok pada Minggu (28/6/2021). (Istimewa)

Baca juga: Pria Ini Bakar Sepmor Warga dan Kemana-mana Bawa Pisau hingga Ditangkap, Ternyata Statusnya ODGJ

Baca juga: Petani Tewas Dibacok ODGJ, Pelaku Ditembak Mati Polisi

Aksi mengamuknya MS belum berhenti dan menyerang petugas.

Padahal, petugas sudah membujuk agar tidak menyerang.

"Pelaku mengayunkan golok ke saksi Khotib (25), beruntung dia mengindar mundur tidak kena bacokan," sambung Wahyu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved