Selasa, 19 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Aminullah Usman Ternyata Wajibkan PNS Banda Aceh Berbelanja di Pasar Al Mahirah, Begini Jadwalnya

Ternyata sejak Juni 2021, Aminullah Usman, mewajibkan Pegawai Negeri Sipil atau PNS Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di pasar terpadu ini.

Tayang:
Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman membeli lele jumbo di Pasar Ikan Al Mahirah Lamdingin, Minggu (13/6/2021). Ternyata Aminullah Usman juga mewajibkan PNS Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di Pasar Al Mahirah 

Ternyata sejak Juni 2021, Aminullah Usman, mewajibkan Pegawai Negeri Sipil atau PNS Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di pasar terpadu ini.

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Keseriusan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menghidupkan Pasar Al Mahirah di Lamdingin, Banda Aceh, bukan hanya membangun infrastruktur segala. 

Tetapi lebih dari itu. Ternyata sejak Juni 2021, Aminullah Usman, mewajibkan Pegawai Negeri Sipil atau PNS Pemko Banda Aceh untuk berbelanja di pasar terpadu ini. 

Kadisperindagkop dan UKM Kota Banda Aceh, Muhammad Nurdin, menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambinews.com, Kamis (1/7/2021). 

Menurutnya, ada instruksi dari Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman untuk menggairahkan Pasar Al Mahirah.

Instruksi Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman adalah mulai bulan Juni lalu hingga seterusnya PNS Kota Banda Aceh wajib berbelanja ke Pasar Al Mahirah secara berkelompok. 

"Setiap harinya ada pegawai dari tiga hingga empat SKPK atau dinas yang dijadwalkan berbelanja ke Pasar Al Mahirah Lamdingin menjelang jam istirahat kerja di kantor dari pukul 11.30 – pukul 13.00 WIB.

Program ini dilakukan Wali Kota Banda Aceh untuk membiasakan pegawai Pemko selalu berbelanja kebutuhan dapur dan kebutuhan pokok lainnya ke Pasar Al Mahirah Lamdingin.

Dengan demikian susana pasar tidak sepi lagi pada siang hari,” ujar Kadisperindagkop dan UKM Kota, Muhammad Nurdin. 

Baca juga: Aminullah Usman Kunjungi Lagi Pasar Al Mahirah, Sebut Pasar Terus Berbenah & Makin Ramai Pengunjung 

Baca juga: Dishub Kota Banda Aceh Sediakan Armada Gratis Bagi ASN Berbelanja ke Pasar Al-Mahirah

Baca juga: Aminullah Bagi Hadiah Lomba Foto Pasar Al Mahirah, Sebut Pasar Al Mahirah Milik Kita, Ini Juaranya

Harga cabai murah

Seperti diberitakan Serambinews.com sebelumnya, harga cabai di Pasar Al Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh, relatif murah. 

Harga cabai merah Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram, cabai hijau lebih murah lagi, yaitu Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp 30.000 hingga Rp 35 ribu per kilogram. 

Demikian informasi harga cabai di Pasar Al Mahirah, Banda Aceh, sesuai hasil pantauan Serambinews.com, Kamis (1/7/2021). 

Iwan, pedagang cabai di Pasar Al Mahirah Lamdingin yang ditanyai Serambinews.com menjelaskan alasan mereka bisa menjual lebih murah.  

Pertama, pasokannya banyak, sedangkan daya beli masyarakat dalam dua pekan terakhir ini masih tetap rendah.

Kedua, jumlah pedagang sayur, termasuk cabai di Pasar Al Mahirah Lamdingin banyak, setelah penyatuan dari tiga pasar sebelumnya di kawasana Peunayong, yakni dari Pasar Kartini, Pasar Lapangan SMEP dan Pasar Peunayong.

Oleh karena itu, untuk bisa tetap bisa bertahan berjualan, para pedagang harus bisa bersaing harga secara sehat. 

Ketiga, sebut Iwan karena saat ini tak ada acara keramaian, termasuk pesta di Banda Aceh seiring larangan pesta oleh Pemko Banda Aceh untuk mencegah penyebaran virus Corona. 

Pasalnya, dalam dua pekan lalu, Banda Aceh berzona merah. 

"Ini lah salah satu alasan pembelian bumbu dapur, termasuk cabai saat ini menurun," kata Iwan. 

Sedangkan ketika jelang meugang puasa dan Lebaran beberapa waktu lalu, kata Iwan daya belinya tinggi seiring meningkatnya kebutuhan warga. 

Ayo berbelanja di Pasar Terpadu milik Pemko Banda Aceh ini.

Harga bawang

Di luar harga cabai, Iwan juga menyebutkan harga kebutuhan dapur lainnya di Pasar Al Mahirah saat ini juga turun dan permintaannya juga turun.

Misalnya tomat, wortel, buncis, kentang, dan lainnya, permintaannya juga trun.

Iwan menyebutkan harga bawang merah lokal mencapai Rp 28 ribu hingga Rp 38 ribu per kilogram, tomat Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kilogram. 

Kemudian wortel dan buncis biasanya Rp 12 ribu per kilogram juga turun menjadi Rp 10 ribu atau Rp 8 ribu per kilogram dan kentang tetap stabil Rp 10.000/Kg.

Pagi hari mulai 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, jumlah warga yang datang berbelanja ke Pasar Al Mahirah Lamdingin, termasuk PNS Kota sangat banyak.

Tapi yang membeli partai besar, sedikit sekali. Menurut Iwan, biasanya pembeli partai besar untuk bahan dapur itu, datang dari pengusaha catering.

“Tapi setelahlarangan sementara pesta perkawinan di gedung mulai bulan Juni lalu dan jam buka kafe, serta restauran juga dibatasi sampai pukul 23.00 WIB, daya beli bumbu dapur menurun drastis.

Otomatis harganya juga ikut turun," ujar Iwan.

Ungkapan serupa juga disampaikan pedagang sayuran dan bumbu dapur yang berdagang di Pasara Induk Lambaro, Adi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved