Breaking News:

Dana Desa

Apdesi Sesalkan Proses Pencairan Dana Desa di Aceh Jaya, Lambat dan Mengecewakan

Normalnya sudah clear dan meranjak untuk pengajuan tahap III, seharusnya pihak-pihak yang menjadi pendorong percepatan pencairan sudah harus focus mem

Penulis: Riski Bintang | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Apdesi Aceh Jaya T Ali Munir menyayangkan hingga saat ini belum ada desa yang melakukan pencarian dana desa tahap II tahun 2021. 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Aceh Jaya menyayangkan hingga saat ini belum ada desa yang melakukan pencarian dana desa tahap II tahun 2021.

Menurutnya, pada akhir triwulan ke dua ini hingga akhir bulan Juni 2021 seharusnya sudah masuk tahapan pencairan dana desa tahap III.

"APDESI Aceh Jaya sangat menyayangkan sampai dengan triwulan II progres pencairan APBDes di Aceh Jaya untuk 172 Gampong tahap I dan II masih mengecewakan," ungkap ketua APDESI T Ali Munir.

Lapas Calang Aceh Jaya Kelebihan Penghuni, Kapasitas 86 Orang, Kini Dihuni 142 Warga Binaan

"Normalnya sudah clear dan meranjak untuk pengajuan tahap III, seharusnya pihak-pihak yang menjadi pendorong percepatan pencairan sudah harus focus membina, mengarahkan dan mengeksekusi pencairan APBDes dengan sigap seperti Daerah lain," tandasnya.

Ia mengatakan, Aceh Jaya pada tahun-tahun lalu menjadi kabupaten yang berada pada peringkat 10 besar dalam pencapaian progres pencairan dana desa.

Bandar Chip Domino di Aceh Jaya Jalani Eksekusi Cambuk

"Namun 2 tahun ini sangat lemah dan mengecewakan masyarakat," tandasnya.

Ia mengutarakan, jika berdasarkan amatan pihaknya hal ini terjadi karena lemahnya kinerja SKPK yang menjadi tumpuan harapan dalam perancangan APBDes dari awal.

Lemahnya sistim kontrol perancangan, pelaksanaan, pengaplikasian, pengawasan APBDes sejak awal tahun berjalan.

"Terlambat dan amburadulnya pelaporan Omsapn tahun 2020 dan lepas kontrol sehingga berimbas ke SPJ 2021," terangnya.

Tidak hanya itu, terlambatnya pengajuan dan penyelesaian berkas pengajuan dana desa tahap II di kabupaten Aceh Jaya sendiri juga dikarenakan fungsi pendampingan tidak berjalan sesuai harapan pemerintah yang mana tenaga profesional yang ditugaskan ke Aceh Jaya acak acakan dalam membangun komunikasi dan pendampingan.

"Mulai dari tenaga ahli Kabupaten, Kecamatan dan Desa sehingga banyak terjadi miskomunikasi antar lini dilapangkan, terutama dalam pencerahan turunan kebijakan-kebijakan pusat, provinsi yang sering berubah ubah dan tidak disosialisasikan dengan baik ke jajaran terbawah dan OPD/SKPK, sehingga terkesan saling ego dalam menempatkan fungsinya, seolah olah antara tenaga P3MD dgn OPD di Daerah tidak saling berkepentingan dalam memberi pencerahan kepada Gampong," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya berharap semua pihak menyadari akan tugas dan fungsinya masing-masing dalam membina pemerintahan Gampong agar lebih berfungsinya managemen pemerintahan gampong dalam penguatan kapasitas aparatur terutama dalam hal proses pengelolaan dana APBDes sehingga tidak terkesan jalan sendiri-sendiri atau ego sektoral.

"Mari kita berbesar hati bahwa hari ini kita Aceh Jaya memang dalam situasi yang disorot namun jangan patah semangat mari kita bersinergi saling bahu-membahu berupaya membangun komitmen membantu Aparatur Gampong dalam penyelesaian masalah, jangan sampai dengan keberadaan kita semakin ruwet dan bermasalah persoalan pengelolaan APBDes apalagi kalo ada indikasi bermainnya oknum-oknum untuk mencedrai kualitas dan kapasitas aparatur Gampong," pungkasnya.(*)

Baca juga: Dosen UTU Meulaboh Latih Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Sayuran dan Buah

Baca juga: Beras Organik Produksi Petani Tamiang Diberi Merek Ortam-58

Baca juga: Pemkab Pijay Segera Buka Seleksi Pejabat, Ini Jadwal Pendaftaran dan Persyaratannya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved