Luar Negeri
Diklaim Pertama di Dunia, Israel Mulai Kembangkan Teknologi Terkecil hanya Setebal Dua Atom
Proyek penelitian tersebut dilakukan di Universitas Tel Aviv (TAU), informasi mengenai teknologi yang sedang dikembangkan.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Peneliti Israel telah merekayasa teknologi terkecil di dunia, dengan ketebalan hanya dua atom.
Proyek penelitian tersebut dilakukan di Universitas Tel Aviv (TAU), informasi mengenai teknologi yang sedang dikembangkan ini dijelaskan pada hari Rabu (30/6/2021).
Melansir dari ANI, Kamis (1/7/2021) teknologi terbaru ini dijelaskan lebih rinci dalam jurnal Science.
Teknologi yang dikembangkan tersebut merupakan penyimpanan informasi seperti memori, dengan bahan paling stabil dan bisa bertahan dengan segala kondisi alam.
"Teknologi ini memungkinkan penyimpanan informasi dalam unit tertipis, menggunakan bahan paling stabil dan lembam di alam," jelas peneliti TAU.
Memori yang ini diharapkan bisa menjadi perangkat elektronik di masa depan.
"Diharapkan penemuan ini bisa meningkatkan perangkat elektronik di depan dalam hal kepadatan, kecepatan, konsumsi energi dan efisiensi," ujar pihak universitas.
Baca juga: Viral Lokasi Wisata Lembah Salimbongan Rusak karena Kunker Bupati, Dulu Hijau, Kini Penuh Lumpur
Untuk diketahui, perangkat inovatif saat ini merupakan bentuk kristal yang terdiri dari seratus atom.
Terobosan ini mengurangi ketebalan sehingga menjadi dua atom.
Peneliti menekankan struktur tipis demikian memungkinkan alat menjadi lebih tahan lama dan penghalang juga semakin rendah karena ukurannya sangat tipis dan kecil.
Baca juga: Berawal dari Postingan hingga Viral di Medsos, Pelaku Perburuan Satwa Dilindungi Diringkus Polisi
Melansir dari Kompas.com, Minggu (27/6/2021) beberapa hari sebelumnya Kementerian Pertahanan Israel (MoD) dan Polaris Solutions, sebuah perusahaan teknologi survivabilitas yang berbasis di Israel, telah meluncurkan teknologi kamuflase baru yang membuat tentara hampir "tidak terlihat".
Kit 300 terbuat dari bahan penyembunyi visual termal yang menggabungkan logam, serat mikro, dan polimer untuk mengurangi deteksi tentara menurut laporan The Jerusalem Post.
Bahannya, yang dapat berfungsi ganda sebagai tandu yang ringan, mempersulit mereka yang memakainya untuk dilihat oleh mata manusia dan peralatan pencitraan termal, menurut situs web Polaris Solutions.
Tentara dapat menggunakannya untuk membungkus tubuhnya mereka sendiri.
Lembaran ini juga bisa digabungkan bersama menciptakan penghalang yang menyatu dengan lanskap berbatu atau gurun.