Dilanda Krisis Akibat Covid-19, Kim Jong Un Isyaratkan Butuh Bantuan Internasional
Pemimpin Korea Utara itu menyiratkan negaranya tengah dilanda krisis akibat Covid-19.
SERAMBINEWS.COM - Korea Utara saat ini tengah menghadapai krisis akibat Covid-19.
Diketahui, selama ini Kim Jong Un selalu mengatakan Korut tak terdampak oleh pandemi Covid-19.
Namun kini, Kim Jong Un menunjukkan gelagat berbeda.
Pemimpin Korea Utara itu menyiratkan negaranya tengah dilanda krisis akibat Covid-19.
Sejak Februari 202, Korut telah mengambil tindakan untuk menutup perbatasan guna mencegah wabah virus corona.
Namun karena keputusan tersebut, ditambah sanksi internasional, membuat perekonomian Korut anjlok.
Krisi besar melanda, Kim Jong Un telah menyatakan Negaranya menghadai 'masalah serius' terkait bahan pangan.
Ia pun meminta warga negaranya menyiapkan diri untuk situasi terburuk.
Baca juga: Harga Emas di Langsa Stabil, Emas 995 Persen Rp 2.850.000 Per Mayam
Melansir Kompas.com, dalam pidato yang dipublikasikan KCNA, Kim mencaci maki para pejabat Korea Utara karena melakukan kecerobohan.
"Ulah mereka menyebabkan krisis besar yang mengancam keamanan negara, keselamatan rakyat, sehingga konsekuensinya mengerikan," ulas KCNA.
Pada laporan itu menyebutkan beberapa anggota partai telah ditarik, termasuk satu dari Komite Tetap yang beranggotakan Kim dan empat lainnya.
Hanya saja, publikasi tersebut tidak menjabarkan detil maupun siapa saja pejabat yang terkena hukuman.
Baca juga: KABAR GEMBIRA! Dalam Rangka HUT ke-75 Bhayangkara, Urus SIM dan Pajak Motor Gratis
Baca juga: Kecewa! Cut Meyriska Beberkan Kelalaian Pengasuh Anaknya, Begini Kondisi Shaquille saat Jatuh
Apa maksud pernyataan Kim Jong Un?
Pembelot yang kini menjadi peneliti, Ahn Chan Il, menyatakan pidato itu menjadi bukti bahwa Pyongyang mengakui Covid-19.
Kepada AFP via BBC Rabu (30/6/2021), Ahn menerangkan bahwa besar kemungkinan Korea Utara saat ini membutuhkan bantuan internasional.