Breaking News

Update Corona di Aceh

Kasus Aktif Covid-19 di Aceh Capai 3.810 Orang, 11 Orang Meninggal

Sementara itu, kasus  aktif Covid-19 Aceh saat ini sudah mencapai 3.810 orang, dan 11 orang dilaporkan meninggal dunia.

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Jubir Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani. 

Sementara itu, kasus  aktif Covid-19 Aceh saat ini sudah mencapai 3.810 orang, dan 11 orang dilaporkan meninggal dunia.

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus harian terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) berfluktuasi (naik atau turun).

Kasus positif baru turun lagi menjadi 98 orang hari ini dari 133 kasus dilaporkan kemarin.

Sementara itu, kasus  aktif Covid-19 Aceh saat ini sudah mencapai 3.810 orang, dan 11 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Kasus aktif adalah kasus positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan atau isolasi mandiri,” jelas Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Rabu (30/6/2021) malam.

Ia menjelaskan, sebahagian besar kasus aktif tersebut merupakan pasien tanpa gejala atau “hanya” mengalami gejala ringan dan tidak membutuhkan perawatan rumah sakit rujukan Covid-19.

Tetapi wajib melakukan isolasi mandiri di rumahnya sesuai protokol penanganan medis penderita Covid-19 tanpa gejala, di bawah pantauan tenaga Puskesmas terdekat.

Baca juga: Alhamdulillah, Sudah 2 Hari Ini Kasus Covid-19 di Kota Langsa tak Bertambah, Masih Bertahan 6 Orang

Apabila dalam masa isolasi mandiri selama 14 hari itu timbul gejala, atau gejalanya meningkat, hendaknya segera melaporkan melalui alat komunikasi kepada keuchik selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 gampong atau langsung menghubungi petugas kesehatan Puskesmas untuk mendapat penanganan kesehatan lebih lanjut.

Semakin cepat ditangani, gejala yang muncul atau gejala yang meningkat tersebut kian kecil risiko sakit parah yang dapat berakibat fatal.

Selama isolasi mandiri sangat dianjurkan membangun komunikasi terus menerus dengan Posko Covid-19 Gampong untuk bantuan cepat, tutur Jubir yang akrab disapa SAG itu.

Selanjutnya, SAG mengatakan Keuchik dan Relawan Covid-19 Gampong tidak membiarkan pasien isolasi mandiri tanpa pemantauan dan pengawasan.

Perhatian yang diberikan oleh tokoh dan masyarakat sekitar, merupakan suplement gizi sosial yang dapat meningkatkan imunitas dan percepatan pemulihan kesehatan penderita Covid-19.

Selain itu, pemantauan dan pengawasan itu juga sangat urgent agar penderita Covid-19 tersebut melakukan isolasi sesuai protokol dan tidak ada yang berkeliaran ke ruang publik.

Sebab, pasien isolasi mandiri merupakan sumber penularan virus corona, karena itu perlu saling membantu dan menguatkan agar isolasi mandiri itu dapat dijalani secara disiplin.

“Budaya saling membantu antarwarga memiliki fungsi sangat strategis dalam masa pandemi Covid-19 ini. Membantu mereka yang isolasi mandiri sekaligus melindungi diri kita dari ancaman virus corona—selain mendapat berkah ibadah dari Allah SWT,” ujarnya. (*)

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Uni Eropa Minta UEFA tak Gelar Semifinal dan Final Euro di Inggris

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved