Berita Banda Aceh
Akademisi UIN Ar-Raniry Apresiasi Hadirnya Polisi Hafiz di Polda Aceh
"Apresiasi kami sepenuhnya kepada Polda Aceh, khususnya Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil atas kebijakan menerima para penghafal Alquran
Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
"Apresiasi kami sepenuhnya kepada Polda Aceh, khususnya Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil atas kebijakan menerima para penghafal Alquran menjadi anggota kepolisian,“ pungkas Zulkhairi.
Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh yang juga aktivis santri, Dr Teuku Zulkhairi MA mengepresiasi hadirnya polisi di Polda Aceh yang hafal Alquran (hafizh).
Apalagi, kehadiran para bintara yang baru dilantik itu untuk mewujudkan polisi pendakwah sebagaimana disampaikan Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, sebagaimana dilansir Serambi Indonesia, Kamis 1 Juli 2021.
“Membaca berita hadirnya polisi hafiz di Polda Aceh dan agenda menuju polisi pendakwah membuat kita masyarakat Aceh patut berbangga, karena institusi polisi yang berperan dalam penegakan keamanan di Aceh telah menempatkan posisinya sebagai tulang punggung cita-cita dakwah Islam di bidang keamanan, “ kata Zulkhairi.
Menurut Zulkhairi, apa yang dulu dicita-citakan oleh para ulama di Aceh khususnya dan masyarakat umumnya semakin menjadi kenyataan, misalnya dengan hadirnya para penghafal Alquran dalam institusi kepolisian.
Aceh yang menerapkan Syari’at Islam, kata Zulkhairi, menjadi sangat butuh kepada sosok-sosok polisi yang hafizh dan apalagi juga sebagai pendakwah.
“Hadirnya polisi dalam arenda dakwah di Aceh akan membuat syi’ar Islam semakin hidup dan berkembang. Ini adalah hal yang spektakuler dan sudah lama ditunggu,“ ujar Zulkhairi yang juga Komisioner pada Komisi Penyiaran Aceh (KPI) Aceh ini.
Baca juga: 15 Hafiz Quran Kado HUT Bhayangkara, Kapolda Ingin Polisi Semakin Humanis
Dengan polisi yang bisa berperan sebagai pendakwah, maka akan semakin leluasa dakwah Islam memasuki dalam ruang-ruang dan sudut-sudut penting di bumi Aceh yang selama ini mungkin selama ini belum bisa dimasuki para pendakwah lainnya di Aceh.
“Jadi, kepolisian dalam hal ini telah menempatkan dirinya pada posisi yang paling penting dalam denyut nadi penerapan Syari’at Islam di Aceh. Sebab, Aceh hari ini mengalami persoalan serius, misalnya seperti merajalelanya sabu-sabu yang menghancurkan generasi muda kita di satu sisi, serta dan kecanduan game online yang melalaikan dan mengandung unsur judi di sisi lainnya ,” katanya menambahkan.
Jadi, harap Zulkhairi, polisi pendakwah dapat memasuki ruang-ruang sulit semacam ini yang selama ini sulit dilakukan oleh para pendakwah lainnya di Aceh.
Dengan polisi yang ikut berperan dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang bersumberkan dari Alquran, hadis, dan nasihat dari para ulama dan shalafusshalih kepada masyarakat, diharapkan keamanan dan ketertiban di Aceh semakin baik dan semakin mudah diikuti oleh masyarakat.
"Apresiasi kami sepenuhnya kepada Polda Aceh, khususnya Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil atas kebijakan menerima para penghafal Alquran menjadi anggota kepolisian,“ pungkas Zulkhairi. (*)
Baca juga: VIDEO - 15 Hafiz Alquran Polda Aceh Sebagai Kado HUT Ke-75 Bhayangkara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/akademisi-uin-ar-raniry-banda-aceh-yang-juga-aktivis-santri-dr-teuku-zulkhairi-ma.jpg)