Kamis, 4 Juni 2026

Internasional

Anak-Anak Lebanon Tidur Dalam Kelaparan, Keluarga Dihantam Krisis Keuangan

Sebuah survei oleh UNICEF menemukan lebih 30 persen anak-anak Lebanon pergi tidur dalam keadaan lapar bulan lalu.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
()
Tentara Lebanon membebaskan seorang anak yang dirantai di jeruji jendela oleh ibunya di Beirut. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Sebuah survei oleh UNICEF menemukan lebih 30 persen anak-anak Lebanon pergi tidur dalam keadaan lapar bulan lalu.

Kondisi terkait terus meluasnya keluarga miskin di negara itu.

“Krisis berturut-turut telah menempatkan keluarga dan anak-anak di Lebanon dalam kondisi yang menyedihkan.

Dilansir AFP, Jumat (2/7/2021), Perwakilan UNICEF Lebanon, Yuki Muko, mengatakan jumlah keluarga yang berjuang untuk bertahan hidup meningkat.

Keluarga dipaksa untuk mengurangi makan, mengirim anak-anak mereka untuk bekerja, menikahkan anak perempuan di bawah umur atau menjual barang-barang mereka, katanya.

Muko memperingatkan Lebanon tidak boleh membiarkan anak-anak kekurangan gizi.

Baca juga: Kaum Wanita Lebanon Krisis Pembalut, Popok Bayi dan Kain Lap Jadi Pengganti

Dipaksa meninggalkan sekolah, menderita kesehatan yang buruk dan rapuh, atau menghadapi agresi, kekerasan dan pelecehan.

Menurut survei UNICEF, 77 persen keluarga tidak memiliki cukup makanan atau uang untuk kebutuhan pokok.

Dia menambahkan: angka itu meningkat menjadi 99 persen untuk keluarga Suriah.

Sedangkan 60 persen keluarga membeli makanan dengan membiarkan tagihan tidak dibayar atau dengan meminjam uang.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 30 persen anak-anak Lebanon tidak memiliki akses ke layanan kesehatan primer.

Sedangkan 76 persen keluarga sangat terpukul oleh kenaikan tajam harga obat-obatan.

Baca juga: Lebanon Dihantam Krisis Bahan Bakar, Mobil Mogok, Dokter Naik Taksi ke Rumah Sakit

Ketenangan yang tidak nyaman terjadi di Tripoli pada Kamis (1/7/2021), setelah protes besar meletus sehari sebelumnya.

Di tengah klaim seorang anak telah meninggal setelah aliran listrik ke perangkat suplai oksigennya dimatikan.

Aktivis di media sosial mengedarkan video anak muda yang menyerukan pengunduran diri Presiden Michel Aoun, dan meneriakkan bahwa mereka “muak dengan kelaparan dan penghinaan.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved