Breaking News:

Internasional

Iran Bantah Mendukung Serangan Bersenjata Milisi Syiah ke Pasukan AS di Irak dan Suriah

Pemerintah Iran, Sabtu (3/7/2021) membantah tuduhan AS bahwa Teheran mendukung serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah.

Editor: M Nur Pakar
ANADOLU AGENCY/ AHSAN MOHAMMED AHMED
Tentara Irak dan warga negara melihat salah satu lokasi yang dihantam rudal, setelah Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan pangkalan udara Ain al-Asad di Irak, sebuah fasilitas yang dioperasikan bersama oleh pasukan AS dan Irak, di distrik Bardarash di Erbil di Irak, Rabu 8 Januari 2020. 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Pemerintah Iran, Sabtu (3/7/2021) membantah tuduhan AS bahwa Teheran mendukung serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah.

Sebaliknya, mengutuk serangan udara AS terhadap gerilyawan yang didukung Iran di sana, media pemerintah melaporkan.

Pada Selasa (276/2021) Amerika Serikat mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB menargetkan milisi yang didukung Iran di Suriah dan Irak dengan serangan udara.

Hal itu untuk mencegah militan dan Teheran melakukan atau mendukung serangan lebih lanjut terhadap personel atau fasilitas AS.

Tetapi utusan Iran untuk PBB, Majid Takht Ravanchi, mengatakan:

"Setiap klaim yang dikaitkan dengan Iran ... setiap serangan yang dilakukan terhadap personel atau fasilitas Amerika di Irak secara faktual salah."

"Juga tidak memenuhi persyaratan minimum keaslian dan keandalan," menurut kantor berita resmi IRNA.

Baca juga: Iran Batasi Akses Tim IAEA ke Pabrik Nuklir, Dengan Alasan Keamanan, Setelah Serangan Israel

Berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara harus segera diberitahu.

Tentang tindakan apapun yang diambil negara untuk membela diri terhadap serangan bersenjata.

Washington mengatakan kepada PBB serangan udara menghantam fasilitas yang digunakan oleh milisi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved