Selasa, 5 Mei 2026

Harmoko Meninggal

Kabar Duka, Menteri Penerangan Era Orde Baru Harmoko Meninggal Dunia

"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bapak H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB di RSPAD

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Tribunnews.com
Harmoko (almarhum) menjadi Menteri Penerangan masa era orde baru 

"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bapak H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB di RSPAD

SERAMBINEWS.COM  - Sosok Mantan Menteri Penerangan, Harmoko ini tak jauh dari jurnalis.

Awal karirnya diawali sebagai kuli tinda hingga berbelok ke politik.

Kini semua kisahnya menjadi kenangan. Ia sudah pergi selama-lamanya.

Mantan Menteri Penerangan era Orde Baru, Harmoko, meninggal pada Minggu 4 Juli 2021.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun telah meninggal dunia Bapak H. Harmoko bin Asmoprawiro pada hari Minggu 4 Juli jam 20:22 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau dan mohon doanya insya Allah beliau husnul khotimah. Aamiin," demikian pesan yang diperoleh Tribunnews.com, Minggu (4/7/2021).

Baca juga: Hari Ini, Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 27.233 orang

Baca juga: Jika tak Makan Nasi, Ada Lima Makanan Pengganti bagi Penderita Diabetes, Apa Saja?

Baca juga: Tim Penyelamat Jepang Hentikan Pencarian Korban Longsor, Hujan Deras Terus Turun

Dikutip dari Wikipedia, Harmoko lahir di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, 7 Februari 1939.

Ia adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Penerangan Indonesia pada masa Orde Baru, dan Ketua MPR pada masa pemerintahan BJ Habibie.

Dia pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, dan kemudian menjadi Menteri Penerangan di bawah pemerintahan Soeharto.

Saat menjadi Menteri Penerangan, Harmoko mencetuskan gerakan Kelompencapir (Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan).

Gerakan itu dibentuk sebagai alat untuk menyebarkan informasi dari pemerintah.

Selain menjadi Menteri Penerangan, Harmoko juga menjabat sebagai Ketua DPR-MPR periode 1997-1999.

Kala itu, ia mengangkat Soeharto kembali menjadi presiden untuk masa jabatannya yang ketujuh.

Namun, ia pula yang meminta Presiden Soeharto mundur dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran terjadi pada 18 Mei 1998.

Dilansir Kompas.com, permintaan tersebut disampaikan Harmoko secara langsung.

Ia didampingi pimpinan lain, yakni Ismail Hasan Metareum, Abdul Gafur, Fatimah Achmad, dan Syarwan Hamid.

"Dalam menanggapi situasi seperti tersebut di atas, pimpinan Dewan, baik ketua maupun wakil-wakil ketua, mengharapkan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, agar Presiden secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri," kata Harmoko ketika itu.

"Pimpinan Dewan menyerukan kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mewujudkan keamanan ketertiban supaya segala sesuatunya dapat berjalan secara konstitusional," lanjutnya.

Setelah Soeharto lengser dan Indonesia dipimpin BJ Habibie, Harmoko dipercaya menjadi Ketua MPR.

Saat usianya memasuki 77 tahun, Harmoko kesulitan berkomunikasi.

Dikutip dari health.grid.id, ia mengalami kerusakan saraf motorik otak belakang di tahun 2016.

"Memang perlu penanganan ekstra. Bicara sudah pelan dan tidak jelas."

"Kata dokter ini biasanya efek yang terjadi bagi seorang pemikir," kata Ajudan Harmoko, Daliman, Kamis (19/5/2016).

Sosok Harmoko Pernah Dibahas Ganjar Pranowo

Pada 2013 silam, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pernah membahas soal Harmoko.

Dikutip dari Kompas.com, Ganjar menjadikan perkataan khas Harmoko sebagai bahan lawakan.

Perkataan tersebut adalah "atas petunjuk Bapak Presiden."

"Gaya sisiran Pak Harmoko pun sudah 'sesuai petunjuk Presiden Soeharto'," kata Ganjar disambut gelak tawa penonton.

Guyonan tersebut dilontarkan Ganjar saat menjadi pembicara dalam Kongres Pemuda Ke-2 yang digelar di Gedung Graha Sabha Pramana UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Minggu (27/10/2013).

Lebih lanjut, Ganjar bercerita, pada masa Orde Baru, televisi sering menayangkan laporan dari pejabat, termasuk Harmoko.

Ia mengaku jengkel akan hal tersebut.

Meski begitu, Ganjar menyayangkan banyak anak muda zaman sekarang yang tak tahu sosok Harmoko.

Tentu saja, apa yang disampaikan Ganjar itu adalah guyonan.

Ganjar menggambarkan performa pejabat zaman dulu tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.

"Dulu pejabat banyak protokol, berbaju safari, bercincin akik besar."

"Sekarang pemimpin harus mudah dihubungi, merakyat, dan banyak melihat langsung keadaan di lapangan," kata Ganjar.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Menteri Penerangan Era Orde Baru Harmoko Meninggal Dunia, 

BERITA TERKAIT LAINNYA

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved