Senin, 20 April 2026

Internasional

Importir Obat Lebanon Minta Bank Sentral Buka Blokir Dana, Stok Sudah Habis

Importir obat-obatan Lebanon memiinta Bank Sentral segera membuka blokir dana di perbankan. Dikatakan, mereka telah kehabisan ratusan obat-obatan

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang pria berbicara dengan petugas gudang obat-obatan dengan stok sudah habis di Beirut, Lebanon. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Importir obat-obatan Lebanon memiinta Bank Sentral segera membuka blokir dana di perbankan.

Dikatakan, mereka telah kehabisan ratusan obat-obatan esensial.

Mereka memperingatkan kekurangan akan lebih lanjut jika bank sentral tidak membuka blokir dana.

Lebanon bergulat dengan kekurangan, dari bensin hingga obat-obatan.

Pemerintah sementara masih membahas pencabutan subsidi yang tidak mampu lagi dilakukan.

Bank Dunia menyebut Lebanon merpakan salah satu negara krisis keuangan terburuk di dunia sejak tahun 1850-an.

Mata uang lokal telah kehilangan lebih dari 90 persen nilainya di pasar gelap.

Baca juga: Kaum Wanita Lebanon Krisis Pembalut, Popok Bayi dan Kain Lap Jadi Pengganti

Tetapi Bank Sentral telah menyediakan importir dengan dolar pada tingkat resmi yang jauh lebih menguntungkan untuk menutupi sebagian besar biaya obat-obatan impor.

"Obat-obatan impor hampir sepenuhnya terhenti selama sebulan terakhir," kata asosiasi importir farmasi dalam sebuah pernyataan.

Asosiasi Importir Lebann mengatakan Bank Sentral belum mengeluarkan dolar yang dijanjikan untuk membayar pemasok di luar negeri.

Termasuk utang lebih dari 600 juta dolar AS dalam akumulasi iuran sejak Desember 2020 dan importir tidak dapat memperoleh jalur kredit baru.

“Stok ratusan perusahaan mengimpor obat-obatan untuk mengobati penyakit kronis dan tak tersembuhkan telah habis,” demikian peringatannya.

Baca juga: Lebanon Dihantam Krisis Bahan Bakar, Mobil Mogok, Dokter Naik Taksi ke Rumah Sakit

“Dan ratusan lainnya akan habis hingga Juli 2021 jika kita tidak dapat melanjutkan impor sesegera mungkin," tambah asosiasi itu.

Ketua Asosiasi Importir Lebann, Karim Gebara kepada AFP, Minggu (4/7/2021) mengatakan beberapa obat untuk mengobati penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kanker dan multiple sclerosis sudah habis.

"Jika tidak ada yang dilakukan, situasinya akan menjadi bencana besar pada akhir Juli 2021," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved