Minggu, 12 April 2026

Seperti Halnya Singapura, PM Inggris Juga Minta Warganya Belajar Hidup Bersama Virus Corona

Kantor PM Inggris menerangkan, jumlah kasus bisa terus meningkat ketika mereka pelan-pelan mencabut pengetatan.

AP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan tunangannya Carrie Symonds tiba untuk menghadiri kebaktian tahunan Commonwealth Day di Westminster Abbey di London pada 9 Maret 2020. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson meminta warganya untuk "mulai belajar hidup bersama Covid-19".

Jika benar-benar diwujudkan, semakin bertambah saja  negara yamg ingin berdamai dengan Covid-19.

 Sebelumnya, Singapura juga berencana  demikian. Mereka bahkan sudah punya masterplan untuk hidup bersama dengan Covid-19, dengan menghindari lockdown,  karantina, atau pelacakan virus yang saat ini gencar dilakukan.

PM Johnson awalnya berencana melonggarkan protokol kesehatan pada 21 Juni, namun harus ditunda karena meningkatnya infeksi akibat  varian Delta.

Baca juga: Menteri Kesehatan Inggris Mundur, Langgar Prokes Covid-19 Karena Ciuman dan Peluk Ajudan

Baca juga: Istri Dalang Tewasnya Pengusaha Emas Nasruddin, Rencanakan Bersama Pria Selingkuhan WNA Afghanistan

Baca juga: Selamatkan Generasi Bangsa, Pasi Intel Kodim Aceh Selatan Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Karena itu, Johnson diyakini akan menggelar konferensi pers pada Senin (5/7/2021) dan mengumumkan pelonggaran pada 19 Juli.

Di saat jumpa pers diselenggarakan, Menteri Kesehatan Sajid Javid akan bertolak ke Parlemen Inggris dan menjelaskan keputusan pemerintah.

Setelah Rusia, Inggris menjadi negara dengan korban meninggal karena Covid-19 terbanyak di seluruh Eropa.

"Negeri Ratu Elizabeth" mencatatkan 128.000 kematian karena virus corona. Meski begitu, secara bertahap lockdown mulai dilonggarkan.

Pengetatan masih digelar terutama pada kelab malam yang belum boleh buka, maupun acara skala besar tidak boleh melebihi kapasitas.

Baca juga: Pijay Serahkan Donasi Peduli Palestina Rp 402 Juta untuk Pembangunan Sanitasi Air Bersih

Baca juga: Musisi Beben Jazz Meninggal Dunia Karena Covid-19, Sang Istri: Hidupnya di Jalan Allah Sebagai Sufi

Baca juga: Sepekan Dibuka, Belum Ada Pelamar CPNS di Nagan Raya

Kantor PM Inggris menerangkan, jumlah kasus bisa terus meningkat ketika mereka pelan-pelan mencabut pengetatan.

Meski begitu, Downing Street 10 mengeklaim angka rawat inap dan kematian berkurang karena gencarnya vaksinasi.

Pada Desember, Inggris menjadi salah satu negara di dunia yang menggencarkan vaksinasi virus corona.

Dilansir AFP Minggu (4/7/2021), saat ini sudah 64 persen populasi dewasa yang menerima dua dosis vaksin.

"Saat ini, kami tengah menetapkan bagaimana kami bisa memulihkan kebebasan publik," demikian kutipan dalam pidato Johnson.

Meski begitu, PM dari Partai Konservatif tersebut menegaskan bahwa virus corona belumlah berakhir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved