Internasional
Arab Saudi Siap Menerima Jamaah Haji 2021, Tempat-tempat Suci Telah Dipersiapkan
Kerajaan Arab Saudi telah siap menerima seluruh jamaah Haji 2021 yang telah terpilih dengan baik. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah
SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Kerajaan Arab Saudi telah siap menerima seluruh jamaah Haji 2021 yang telah terpilih dengan baik.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengkonfirmasi sepenuhnya siap untuk melaksanakan Musim Haji 2021 ini.
Dr Abdulfattah Mashat, Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan kecepatan pekerjaan untuk menyiapkan tempat-tempat suci akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Dilansir ArabNews, Selasa (6/7/2021), seluruh sektor terkait akan menyelesaikan persyaratan untuk menerima jamaah haji tepat waktu.
“Kementerian Haji dan Umrah telah lama menyusun rencana strategis dan operasional terkait haji, bekerja sama dengan lebih dari 30 entitas, dari berbagai sektor swasta, pemerintah dan keamanan,” tambahnya.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan di Radio Riyadh, Mashat mengatakan tempat tinggal jamaah di tempat-tempat suci sudah siap.
Seperti juga titik-titik berkumpul di sekitar Mekkah.
Dia menekankan ada rencana terpadu untuk membuat musim tahun ini aman dan terjamin.
Tenda jemaah di Arafah, serta fasilitas di Mina dan daerah lain di mana jemaah akan tinggal di Muzdalifah semuanya telah diperiksa.
“Lingkungan tahun ini akan berbeda dengan musim haji sebelumnya," ujarnya.
"Ini akan menjadi lingkungan yang sehat, memastikan jarak sosial antara para jamaah selama seluruh perjalanan," tambahnya.
Baca juga: Arab Saudi Umumkan 1.338 Kasus Baru Virus Corona dan 16 Kematian dan Lokasi Vaksin Calon Jamaah Haji
Dikatakan, kamp-kamp besar telah disiapkan untuk pergerakan udara terus menerus, sehingga menghilangkan risiko apapun.
Dia menunjukkan Arab Saudi telah menciptakan jaringan transportasi terintegrasi yang menghubungkan semua situs yang relevan di seluruh wilayah.
Kementerian telah lama mengembangkan rencana strategis dan operasional terkait kegiatan haji bekerja sama dengan lebih dari 30 entitas.
Dr Abdulfattah Mashat memberi penjelasan lebih lanjut dengan mengatakan:
“Akan ada bus yang mengangkut jemaah haji dari tempat tinggal mereka … ke stasiun kedatangan."
“Pihak berwenang saat ini sedang mempersiapkan rencana akhir untuk transportasi dengan otoritas keamanan, yang akan segera diungkapkan."
"Disertai dengan program kesadaran yang menargetkan jemaah melalui ponsel pintar mereka atau melalui platform media sosial.”
Baca juga: Calon Jamaah Haji 2021 Terpilih Harus Kunjungi Pusat Vaksin Covid-19, Terima Suntikan Dosis Kedua
Mashat mengatakan jamaah haji musim ini belum pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya.
Dia menjelaskan pada Juni 2021, Kementerian Haji dan Umrah mulai menerima aplikasi.
"Kami menerima, dalam sepuluh hari, lebih dari 500.000 aplikasi, sementara target 60.000 orang," ujarnya.
“Permohonan disortir menurut mekanisme tertentu seperti kesiapan fisik atau apakah sudah melakukan haji," jelasnya.
Disebutkan, data juga diurutkan berdasarkan kelompok usia.
Dengan prioritas awalnya diberikan kepada mereka yang berusia di atas 50 tahun dari semua warga negara yang tinggal di Kerajaan.
Para jamaah didistribusikan di 190 perusahaan yang menawarkan tiga paket.
Mashat mengatakan jamaah haji yang terpilih akan mulai berdatangan pada 17 dan 18 Juli 2021.
Dimana, bus yang dulu menampung 50 jamaah haji tahun ini hanya akan menampung 20 orang.
Dia menambahkan kartu pintar jamaah akan sangat penting selama mereka tinggal.
Karena, kartu tersebut berisi informasi bantuan bagi mereka dan penyedia layanan.
Baca juga: Arab Saudi Sebut Pembatasan Musim Haji 2021 Luar Biasa, Varian Baru Virus Corona Terus Bermunculan
Ahmed Saleh Halabi, seorang jurnalis dan penulis yang berspesialisasi dalam layanan haji dan umrah, mengatakan:
“Musim haji tahun ini datang ketika pandemi virus Corona masih melanda dunia."
"Beberapa percaya kinerja haji berhenti, setelah beberapa negara menutup perbatasan."
"Tetapi kepemimpinan Saudi ingin mengadakan musim haji, dengan cara menjamin keselamatan jamaah, dalam jumlah terbatas."
"Juga disesuaikan dengan tindakan kehati-hatian dan pencegahan”.
Dia menambahkan musim haji tahun lalu adalah musim yang luar biasa sebagai akibat dari pandemi.
Sehingga, pemerintah Kerajaan telah memungkinkan para jamaah untuk melakukan ibadah mereka dengan keamanan dan ketenangan.
Bahkan, mendapatkan pengalaman yang luar biasa dalam mengatur dan mengelola krisis dan mengatasi krisis. tekanan yang ditimbulkan oleh virus Corona.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/para-peziarah-dan-pelancong-arab-saudi.jpg)