Breaking News:

Berita Banda Aceh

Properti Aceh Masih Terganjal Perbankan, Proses KPR Masih Temui Jalan Panjang

Sektor properti Aceh, provinsi paling ujung di Barat Indonesia ini masih belum bisa bergerak lagi. Pandemi Covid-19 yang juga melanda daerah Syariat

Penulis: M Nur Pakar | Editor: M Nur Pakar
For Serambinews.com
Ketua Apersi Aceh, Afwal Winardy ST MT saat menghubungi pihak perbankan tentang KPR bagi calon pembeli rumah di Banda Aceh, Selasa (6/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sektor properti Aceh, provinsi paling ujung di Barat Indonesia ini masih belum bisa bergerak lagi.

Pandemi Covid-19 yang juga melanda daerah Syariat Islam ini telah memukul keras sektor properti Aceh, seperti 'palu godam'.

Kondisi ini akibat berbagai lembaga pendukung juga tidak bisa mengakomodasi pengusaha yang bergerak menyediakan rumah bagi masyarakat ini.

Pengembang pembangunan perumahan di Aceh, bukan hanya komersial.

Tetapi juga bersubsidi pemerintah, untuk penyediaan rumah layak huni dengan harga terjangkau.

Namun, saat ingin melangkah lagi, muncul persoalan baru yang sebenarnya tidak perlu berlarut-larut.

Baca juga: Apersi Aceh Sambut Baik Kebijakan Pemerintah, Perbankan di Aceh Harus Dipacu Lagi

Bergabungngnya tiga bank dalam bingkai Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh, telah membuat pengembang menunggu lagi.

"Kami harus menunggu dan menunggu lagi, kesiapan BSI Aceh dalam mengakomodasi keinginan para calon pembeli rumah melalui KPR," ujar Afwal Winardy ST MT, Ketua Apersi Aceh kepada Serambinews.com, Selasa (6/7/2021).

Persoalan KPR dari perbankan di Aceh sebenarnya tidak pernah habis-habisnya, bahkan di masa-masa sebelum Pandemi Covid-19.

Memasuki Pandemi Covid-19 pada 2020, dunia properti Aceh sebenarnya sudah 'mati suri'.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved