Breaking News:

Berita Aceh Barat Daya

BPBK Abdya Lakukan Pendataan Rumah Rusak Akibat Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya (BPBK Abdya) mulai melakukan pendataan pasca terjadi terjadi banjir

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sejumlah rumah warga di beberapa kecamatan di Aceh Barat Daya (Abdya) terendam banjir akibat hujan deras beserta angin kencang yang melanda sejak, Senin (5/7/2021) sore hingga malam hari 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Barat Daya (BPBK Abdya) mulai melakukan pendataan pasca terjadi terjadi banjir.

Kepala BPBK Abdya, Hafiddin ST mengatakan bahwa, saat ini pihaknya sudah turun ke lapangan, untuk melakukan pendapatan sejumlah fasilitas umum yang rusak pasca diterjang banjir.

“Kalau jumlah rumah yang rusak, sampai saat ini belum ada angka pasti, karena tim sedang turun melakukan pendataan,” ujar Kepala BPBK Abdya, Hafiddin ST. 

Baca juga: Enam Warga Terjebak Banjir di Kebun Sawit, BPBD Abdya Evakuasi Pakai Perahu Karet

Namun, ia mengakui jumlah rumah rusak yang paling banyak terjadi di Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil.

Rata-rata kerusakan rumah itu terjadi akibat, tertimpa pohon kayu dan ditiup angin kencang. 

Selain rumah, ada sejumlah fasilitas umum seperti jaringan irigasi di kecamatan Kuala Batee juga ikut rusak diterjang banjir.

Baca juga: Banjir di Aceh Barat Surut, Sebagian Rumah Masih Tergenang Air

“Taksiran kerugian mencapai seratusan juga. Kalau jaringan irigasi Panton Tengku, insya Allah tahun depan akan dibangun oleh Dinas PUPR anggaran yg diplotkan Rp 1,1 miliar,” ungkapnya.

Terkait ratusan hektar area sawah yang terendam akibat terendam banjir.

Pihaknya mengaku sampai saat ini, belum menerima apakah ada petani yang gagal panen atau tidak.

Baca juga: Polsek Susoh Kembali Terendam Banjir, Dampak Angin Kencang dan Hujan Deras Melanda Abdya

Namun, ia tidak membantah ada  beberapa hektar area sawah di kecamatan Tangan-Tangan, benih yang baru disemai hanyut dibawa banjir.

“Memang semua area sawah sempat terendam, sejauh ini informasi dari dinas pertanian belum ada petani yang gagal panen dan gagal tanam.

Karena air langsung surut, kalau yang benihnya terbawa air banjir, sudah ada penggantinya,” pungkasnya. (*) 

Baca juga: Rumah Petani Pidie Terbakar, Uang Rp 50 Juta Dalam Tas Digantung Hangus

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved