Rabu, 3 Juni 2026

Lambda Varian Covid-19 Tak Kalah Mematikan dari Kappa dan Delta, Mutasinya Bikin Ilmuwan Bingung

FT, mengutip WHO, melaporkan bahwa 82% dari kasus Covid-19 baru pada Mei dan Juni di Peru adalah varian Lambda.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IRNA
Ilustrasi virus corona 

SERAMBINEWS.COM - Covid-19 yang menyebar hampir di seluruh dunia terus mengalami mutasi dan melahirkan varian baru.

Belum lama ini, di Indonesia, khususnya di Jakarta ditemukan adanya varian baru Covid-19 Kappa.

Tapi tahu kah Anda, bahwa ada lagi varian baru bernama Lambda dengan lambang C.37.

Konon kabarnya, varian Covid-19 Lambda sudah menyebar di 27 negara.

Pertama kali varian Covid-19 Lambda ditemukan di Peru. 

Public Health England (PHE) mengatakan pihaknya mendeteksi enam kasus varian Lamba antara 23 Februari dan 7 Juni, lima di antaranya sempat bepergian ke luar negeri, menurut Reuters.

Seorang dokter di bidang biologi molekuler di universitas Cayetano Heredia di Peru, Pablo Tsukayama mengatakan bahwa ketika varian Lamba pertama kali menarik perhatian petugas medis pada bulan Desember, varian itu hanya ada satu dari setiap 200 sampel.

"Namun pada bulan Maret, sekitar 50% sampel di Lima adalah varian Lambda dan sekarang sekitar 80%. Itu akan menunjukkan tingkat penularannya lebih tinggi daripada varian lain," katanya.

FT, mengutip WHO, melaporkan bahwa 82% dari kasus Covid-19 baru pada Mei dan Juni di Peru adalah varian Lambda.

Negara tetangga, Chili juga tidak terhindar dari dampak buruknya, karena menyumbang hampir sepertiga dari kasus baru di sana.

Apakah varian Lambda lebih menular dari varian lain?

Para ilmuwan belum memutuskan apakah mutasi pada Lamba membuatnya menjadi lebih menular.

"Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian Lambda lebih agresif daripada varian lain," kata Jairo Méndez Rico, penasihat penyakit virus yang muncul di Pan-American Health Organisatio (PAHO).

"Mungkin saja varian ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi tetapi lebih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk ini."

WHO percaya bahwa empat strain lain yang lebih banyak dilaporkan menjadi perhatian yang lebih besar, yaitu Alpha, Beta, Gamma dan Delta yang pertama kali masing-masing pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, Brasil dan India.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved