Rabu, 3 Juni 2026

Lambda Varian Covid-19 Tak Kalah Mematikan dari Kappa dan Delta, Mutasinya Bikin Ilmuwan Bingung

FT, mengutip WHO, melaporkan bahwa 82% dari kasus Covid-19 baru pada Mei dan Juni di Peru adalah varian Lambda.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
IRNA
Ilustrasi virus corona 

Dikatakan bahwa varian Lamdba, meski begitu, perlu diawasi dengan ketat.

Menyusul pengumuman WHO pada 23 Juni, PHE mengatakan Lambda adalah varian yang sedang diselidiki "karena ekspansi internasional dan beberapa mutasi penting".

Namun PHE mengklarifikasi bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian itu adalah bentuk penyakit yang lebih parah atau yang dapet mengurangi kemanjuran vaksin.

"Salah satu alasan mengapa sulit untuk memahami ancaman dari Lambda, menggunakan data komputasi dan lab, adalah karena ia memiliki serangkaian mutasi yang tidak biasa, dibandingkan dengan varian lain," lapor FT, mengutip Jeff Barrett, Direktur Covid-19 Genomics Initiative di Wellcome Sanger Institute di Inggris.

Menurut Barrett, karena tidak banyak fasilitas pengurutan genetik di Amerika Latin, sulit untuk memastikan berapa banyak wabah di sana yang diakibatkan oleh strain Lambda.

Baca juga: Kendalikan Covid-19 Varian Baru, Luhut Ingin Mobilitas Warga Ditekan hingga 50 Persen

Baca juga: Inggris Terapkan Aturan Covid-19, Suporter Gagal Dukung Timnas Denmark di Stadion Wembley

'Berpotensi menjadi variant of concern'

Menurut FT, Lambda memiliki pola unik dari tujuh mutasi pada protein lonjakan yang digunakan virus untuk menginfeksi sel manusia.

Para peneliti sangat tertarik dengan satu mutasi yang disebut L452Q, yang mirip dengan mutasi L452R yang diyakini berkontribusi pada tingkat penularan yang tinggi dari varian Delta.

Sebuah penelitian dilakukan oleh Monica Acevedo dan rekan-rekannya di Universitas Chili, Santiago.

Penelitian itu melibatkan analisis sampel darah dari petugas kesehatan setempat untuk mempelajari efek Lambda pada infektivitas virus.

Baca juga: Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Orangtua Ketika Anak Positif Covid-19

Para petugas kesehatan telah menerima dua dosis vaksin CoronaVac China.

Temuan yang dipublikasikan pada hari Kamis, tampaknya menunjukkan Lambda lebih menular daripada Gamma dan Alpha dan lebih mampu melarikan diri dari antibodi yang dihasilkan oleh vaksin.

"Data kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa mutasi yang ada pada protein lonjakan varian Lambda memberikan pelepasan antibodi penawar dan peningkatan infektivitas," tulis temuan tersebut.

Seorang pasien yang terinfeksi varian Lambda di Brasil, di mana Gamma telah menjadi strain dominan, dipelajari oleh sekelompok peneliti di kota Porto Alegre.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved