Breaking News:

Berita Aceh Timur

Setelah Warga Aceh Timur Keracunan Gas, Mualem Minta BPMA Perketat Pengawasan Perusahaan Migas 

Mualem, mengaku mengikuti perkembangan peristiwa warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, yang harus mengungsi ke kantor camat

Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf alias Mualem, meminta Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) memperketat pengawasan terhadap operasional seluruh perusahaan Migas di Aceh. Termasuk PT Medco di Aceh Timur 

Mualem, mengaku mengikuti perkembangan peristiwa warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, yang harus mengungsi ke kantor camat setempat pada 9 April dan 29 Juni 2021.

Laporan Seni Hendri Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf, meminta Badan Pengelolaan Migas Aceh (BPMA) memperketat pengawasan terhadap operasional seluruh perusahaan Migas di Aceh. 

Termasuk PT Medco di Aceh Timur.

Muzakir Manaf atau lebih dikenal Mualem menyampaikan hal ini dalam keterangan tertulis yang diterima Serambinews.com, Rabu (7/7/2021) sore.

Mualem, mengaku mengikuti perkembangan peristiwa warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur, yang harus mengungsi ke kantor camat setempat pada 9 April dan 29 Juni 2021.

Pasalnya, mereka diduga tercium bau gas beracun di desa mereka yang tak jauh dari sumur migas PT Medco.

Baca juga: Begini Kronologis Dugaan Gas Beracun di Aceh Timur, 4 Dirawat di Puskesmas, Warga Lainnya Mengungsi

Baca juga: Pengungsi Terdampak Gas Beracun di Aceh Timur Keluhkan Kekurangan MCK

Baca juga: Pengakuan Warga, Bau Gas Beracun di Aceh Timur Akibat Pembakaran dari Pembersihan Sumur Migas

“Peristiwa ini, menyangkut keselamatan masyarakat dan lingkungan, sehingga harus disikapi dengan serius. 

Jangan sampai masyarakat tidak nyaman dan ketakutan hidup di lingkar tambang,” kata Mualem.

Oleh karena itu, ia meminta Badan Pengelolaan Migas Aceh(BPMA) sebagai lembaga pengawas harus memperketat pengawasan terhadap operasional perusahaan yang melakukan eksploitasi Migas. 

“Jangan sampai peristiwa yang sama terulang kembali apalagi sampai jatuh korban jiwa.

PT Medco harus mengedepankan SOP (Standar Operasional Prosedure) dan profesionalitas dalam menjalankan operasionalnya,” pinta Mualem, yang juga Ketua Umum Partai Aceh.

Selain menjaga keselamatan lingkungan, harap Mualem, PT Medco, juga diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat, apalagi kondisi ekonomi rakyat di masa pandemi covid-19 sangat terjepit.

“Maka dari itu PT Medco harus bisa membantu ekonomi rakyat di sekitar operasi.

BPMA harus bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan perusahaan dalam menyelesaikan setiap masalah yang timbul dari kegiatan operasi Migas, hal itu sesuai dengan fungsi dan tugas BPMA sebagaimana amanat MoU Helsinki dan UUPA,” pinta mantan Panglima GAM ini. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved