Selasa, 19 Mei 2026

Internasional

Taliban Gempur Badghis, Rebut Markas Polisi dan Kantor Badan Intelijen Afghanistan

Taliban melancarkan serangan besar-besaran di ibu kota provinsi di Afghanistan pada Rabu (7/7/2021). Itu menjadi serangan pertama sejak militer AS

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AFP PHOTO
Pasukan Taliban.(AFP PHOTO) 

SERAMBINEWS.COM, HERAT - Taliban melancarkan serangan besar-besaran di ibu kota provinsi di Afghanistan pada Rabu (7/7/2021).

Itu menjadi serangan pertama sejak militer AS memulai penarikan terakhir pasukannya dari negara itu, ketika gerilyawan melanjutkan serangan dengan serangan dahsyat.

Pertempuran sengit meletus di kota barat Qala-i-Naw, ibu kota Badghis, dengan gerilyawan merebut markas polisi dan kantor badan mata-mata negara itu.

Menteri Pertahanan Afghanistan Bismillah Mohammadi mengatakan pasukan pemerintah berada dalam situasi militer yang sangat sensitif.

Dia menambahkan perang sedang berkecamuk dengan Taliban.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam setelah Washington mengumumkan pasukan AS di lapangan telah menyelesaikan lebih dari 90 persen penarikan mereka dari Afghanistan.

Pemerintah Kabul juga mengadakan pembicaraan dengan perwakilan Taliban di negara tetangga Iran.

Para militan telah melancarkan kampanye yang memusingkan di seluruh Afghanistan.

Sejak pasukan AS dan NATO mengumumkan penarikan terakhir dari negara itu pada awal Mei 2021.

Dengan merebut puluhan distrik pedesaan dan menimbulkan kekhawatiran bahwa pemerintah berada dalam krisis.

Baca juga: Ancaman Terorisme Akan Meningkat di Inggris, Seusai Penarikan Pasukan Koalisi di Afghanistan

"Musuh telah memasuki kota, semua distrik telah jatuh," kata Gubernur Badghis Hessamuddin Shams kepada wartawan melalui pesan teks.

Kepala dewan provinsi Badghis Abdul Aziz Bek membenarkan serangan itu, dengan mengatakan beberapa pejabat keamanan telah menyerah kepada Taliban.

“Pejabat dewan provinsi telah melarikan diri ke kamp militer di kota. Pertempuran berlanjut di kota,” tambah anggota dewan provinsi Badghis, Zia Gul Habibi.

Dia mengatakan Taliban telah memasuki markas polisi kota dan kantor lokal badan mata-mata negara itu, Direktorat Keamanan Nasional.

Dalam pesan video terpisah yang dikirim ke wartawan, Syams berusaha menenangkan penduduk kota, bahkan saat ia muncul bersenjatakan senapan dengan suara tembakan di kejauhan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved