Breaking News:

Berita Kutaraja

Dianggap Lalai Dalam Penanggulangan Covid-19, Polda Aceh Akan Panggil Pengelola Pasar di Banda Aceh

Secara umum, ungkap Winardy, masih ditemukan pedagang dan pengunjung pasar yang belum patuh terhadap Protkes.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy menjelaskan, pihaknya akan memanggil pengelola pasar di Banda Aceh untuk klarifikasi penerapan Protkes Covid-19. 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam rangka meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan, aparat kepolisian tidak hanya melakukan kegiatan pencegahan, akan tetapi juga penindakan hukum bagi para pelanggar.

Demikian dikatakan Dirreskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Ade Harianto, MH, melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, MSi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/7/2021), di Mapolda Aceh.

Winardy menjelaskan, selama ini anggota kepolisian terus melakukan monitoring tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan Protkes.

Selain itu, pemantauan juga dilakukan atas indikasi-indikasi terjadinya pelanggaran bahkan tindak pidana yang berhubungan dengan penanggulangan wabah penyakit di pasar dan tempat berkumpulnya masyarakat di Banda Aceh.
Secara umum, ungkap Winardy, masih ditemukan pedagang dan pengunjung pasar yang belum patuh terhadap Protkes.

Selain itu, juga belum tersedianya ruang khusus penanganan Covid-19 dan belum dibentuknya tim pencegahan Covid-19 di lingkungan pasar.

Baca juga: Anggota Dewan Minta Maaf, Siap Dukung Pemerintah Vaksinasi Massal Dalam Penanggulangan Covid 19

Baca juga: Gubernur Sebut Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Covid-19 hingga Libatkan IRT

Baca juga: Plt Gubernur Sebut Ulama Berperan Besar dalam Penanggulangan Covid-19 di Aceh

"Ada indikasi pelanggaran di situ. Imbauan atau spanduk hanya terpasang di beberapa tempat. Alat pengecek suhu dan tempat cuci tangan tersedia, namun tidak ada petugas yang mengarahkan," sebutnya.

Oleh karena itu, sambungnya, Polda Aceh akan memanggil pihak pengelola pasar, UPTD, dan dinas yang bertanggung jawab terhadap pasar yang ada di wilayah Banda Aceh untuk klarifikasi.

"Kita akan minta keterangannya dulu, apa di sini ada kelalaian sebagaimana tercantum dalam Pasal 14 (2) UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular 'karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya penanggulangan wabah',” papar dia.

Apabila terbukti, maka bisa diancam dengan pidana penjara 6 bulan dan/atau denda Rp. 500.000," jelas Kabid Humas.

Selain itu, kata Winardy lagi, bisa juga dikenakan Pasal 93 UU 6/2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan 'tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan' dengan ancaman pidana penjara 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp.100.000.000.

Baca juga: Polda Aceh Minta Pengelola Hotel Jangan Abai, Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Baca juga: Peringati HUT Ke-75 Bhayangkara, Polda Aceh Gelar Khitanan Massal dan Vaksinasi Gratis

Baca juga: Polda Aceh Bantah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Jadi Syarat Buat SIM & SKCK, Kabid Humas: Itu Hoaks

"Namun, kita tetap akan mintai keterangannya dulu. Bagaimanapun azas praduga tak bersalah tetap kita ke depankan," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved