Breaking News:

Internasional

Joe Biden Sebut Pembunuhan Presiden Haiti Sangat Mengerikan

Presiden AS Joe Biden, Rabu (7/7/2021) mengutuk pelaku pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS Joe Biden 

Karena Moise menyatakan masa jabatannya berlangsung hingga 7 Februari 2022.

Tetapi yang lain mengatakan itu berakhir pada 7 Februari 2021.

Baca juga: Presiden Haiti Tewas Ditembak di Rumahnya, Inilah Dosa Jovenal Moise Sampai Membuat Rakyatnya Geram

Ketidaksepakatan itu adalah karena Moise terpilih dalam pemungutan suara 2015 yang dibatalkan karena penipuan.

Tetapi, kemudian terpilih kembali pada November 2016.

Tanpa parlemen, negara itu jatuh lebih jauh ke dalam krisis pada 2020.

Banyak yang khawatir Haiti bisa mengarah lebih jauh ke dalam kekerasan.

"Seberapa lebih buruk yang bisa didapat dari neraka?" tanya pakar Haiti, Irwin Stotzky di University of Miami.

“Haiti menghadapi lebih banyak kekerasan dan kematian," katanya.

"Kegagalan sebagai negara demokratis daripada sebelumnya," tambahnya.

"Sulit dibayangkan mengingat sejarahnya yang baru dan kacau." ungkapnya.

Pembunuhan itu terjadi beberapa hari setelah Moise menunjuk Ariel Henry.

Seorang ahli bedah saraf terlatih Prancis, sebagai perdana menteri baru Haiti.

Henry (71) dekat dengan oposisi, tetapi pengangkatannya tidak disambut oleh mayoritas partai oposisi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved