Luar Negeri
Rumah Pemuda Keturunan Palestina-Amerika Diratakan dengan Tanah Oleh Israel
Rumah pemuda keturunan Palestina-Amerika diratakan dengan tanah oleh tentara Israel setelah dituduh terlibat melakukan serangan.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Rumah pemuda keturunan Palestina - Amerika diratakan dengan tanah oleh tentara Israel setelah dituduh terlibat serangan terhadap warga Israel di Tepi Barat pada bulan Mei 2021 lalu.
Melansir dari Wtop News, Kamis (8/7/2021) rumah pemuda keturunan Palestina-Amerika bernama Muntasser Shalaby berlantai dua berada di desa Turmus Ayya, Palestina.
Israel mengatakan bahwa Shalaby melakukan penembakan dari jarak dekat pada 2 Mei 2021 lalu di Tepi Barat, sehingga menewaskan seorang mahasiswa Israel bernama Yehuda Guetta dan melukai dua orang lainnya.
Shalaby ditangkap beberapa hari setelah melakukan penyerangan.
Baca juga: Larangan Penyatuan Keluarga Arab-Israel Batal, Koalisi Arab Tolak Keras Undang-Undang 2003
Istrinya bernama Sanaa Shalaby, mengatakan pada Associated Press (AP) bahwa mereka terasing selama beberapa tahun.
Keluarga mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di Santa Fe, New Mexico, dimana Shalaby juga menikahi tiga perempuan lainnya di kota tersebut dengan pernikahan tidak resmi.
Seluruh keluarga ini memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.
Kasus tersebut menarik perhatian pada kebijakan Israel yang menghukum penghancuran rumah-rumah warga Palestina yang menyerang warga Israel.
Para pejabat Israel mengatakan pembongkaran itu mencegah serangan di masa depan, sementara kelompok-kelompok hak asasi memandang mereka sebagai bentuk hukuman kolektif.
Departemen Luar Negeri AS telah mendesak penghentian penghancuran rumah sebagai hukuman.
Baca juga: Iran Tuduh Israel Lakukan Serangan Misterius le Situs Nuklir Negaranya pada Juni 2021
Kedutaan Besar AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengikuti laporan pembongkaran rumah dan bahwa semua pihak harus menahan diri dari langkah-langkah sepihak yang memperburuk ketegangan dan melemahkan upaya untuk memajukan solusi dua negara yang dinegosiasikan, ini tentu saja termasuk pembongkaran rumah.
“Seperti yang kami nyatakan berkali-kali, rumah seluruh keluarga tidak boleh dihancurkan karena tindakan satu individu,” kata kedutaan.
Sebelumnya juga diberitakan Serambinews.com, Rabu (12/5/2021) tentara Israel merobohkan rumah warga Palestina yang dituduh berada di belakang ledakan mematikan di Tepi Barat tahun lalu.
Israel mengatakan Qassem Barghouti yang berusia 22 tahun melakukan serangan pada Agustus 2019 lalu, kepada gadis Yahudi sehingga tewas, bernama Rina Shnerb (17 ).
Serangan itu juga melukai ayah dan saudara lelakinya ketika sedang mendaki di mata air Tepi Barat, dekat pemukiman Yahudi, Dolev.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/montasser-shalabi.jpg)