Luar Negeri
Rumah Pemuda Keturunan Palestina-Amerika Diratakan dengan Tanah Oleh Israel
Rumah pemuda keturunan Palestina-Amerika diratakan dengan tanah oleh tentara Israel setelah dituduh terlibat melakukan serangan.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
Saat akan dibongkar rumah keluarga itu di Qassem, Desa Kobar, dekat Ramallah, puluhan warga Palestina melakukan aksi protes.
Mereka membakar ban dan melemparkan batu dan bom molotov ke pasukan Israel.
Baca juga: Parlemen Israel Voting Undang-Undang Melarang Warga Arab-Israel Perpanjang Izin Tinggal
Saksi mata mengatakan beberapa warga Palestina terluka, termasuk satu yang dikatakan Bulan Sabit Merah dipukul kepalanya dengan tabung gas.
Israel beralasan menghancurkan rumah keluarga yang diduga militan itu untuk mencegah kekerasan terhadap warga Israel.
Dilansir AFP, Senin (11/5/2020), para pengkritik mengatakan taktik itu sama dengan hukuman kolektif atau bagi seluruh warga Palestina.
Pembongkaran dilakukan setelah pengadilan tinggi Israel menolak petisi keluarga tersebut terhadap perintah tersebut.
Pemboman semacam itu, ciri khas pemberontakan Palestina tahun 2000-2005, jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.
Pihak berwenang menyalahkan serangan terhadap Front Rakyat Pembebasan Palestina, atau PFLP, sebuah partai politik kiri yang memiliki sayap bersenjata.
Israel, AS, dan Uni Eropa menganggapnya sebagai kelompok teroris karena serangan besar-besaran terjadi beberapa dekade lalu.
Termasuk pembajakan pesawat dan pembunuhan seorang menteri Kabinet Israel pada tahun 2001. (Serambinews.com/Syamsul Azman)
Baca juga: BERITA POPULER - Hafiz 30 Juz Dilantik Jadi Anggota Polri hingga Formasi CPNS & PPPK di Banda Aceh
Baca juga: BERITA POPULER – Tengkorak dalam Pickup, Efek Samping Ivermectin, dari Istri Pejabat Jadi Buruh
Baca juga: BERITA POPULER- Kisah Pria Tionghoa Masuk Islam hingga Heboh Foto ‘Perampok Peng Nanggroe Atjeh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/montasser-shalabi.jpg)