Breaking News:

Tuan Rumah PORA 2026

Tuan Rumah PORA 2026, Panitia Nyatakan Subulussalam dan Aceh Jaya Lolos Verifikasi

Panitia Penjaringan dan Penyaringan, kata Azhari, bertugas menjaringan dan menyaring calon tuan rumah.

Editor: Imran Thayib
IST
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA 2026, Azhari. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kota Subulussalam dan Aceh Jaya bersaing ketat untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) 2026.

Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA XV Tahun 2026 menyatakan, Kota Subulussalam dan Aceh Jaya lolos verifikasi tahap pertama sebagai calon tuan rumah even olahraga empat tahunan tersebut.

Kedua daerah lolos setelah berhasil melengkapi sejumlah dokumen persyaratan.

Ketua Tim Penjaringan, Azhari menerangkan, sampai dengan ditutupnya pendaftaran pada 25 Juni 2021 lalu, dua kabupaten/kota sudah mendaftarkan diri secara resmi sebagai calon tuan rumah PORA XV tahun 2026.

“Kita sudah melakukan verifikasi berkas pendaftaran dari 25 sampai 30 Juni 2021. Alhamdulilah, kedua kabupaten/kota tersebut sudah melengkapi syarat pendaftaran seperti yang ditetapkan,” kata Azhari kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).

Selanjutnya, tambah Azhari, Panitia Penjaringan akan melakukan verifikasi lapangan ke masing-masing kabupaten/kota, untuk mengecek ketersedian sarana dan prasarana.

“Pekan depan, Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA XV tahun 2026 akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek ketersediaan sarana, dan prasarana,” kata Azhari.

Seperti diketahui, KONI Aceh melalui Panitia Penjaringan dan Penyaringan sudah membuka dan mengumumkan pendaftaran calon tuan rumah PORA 2026, sejak 14 sampai dengan 25 Juni 2021.

Panitia Penjaringan dan Penyaringan, kata Azhari, bertugas menjaringan dan menyaring calon tuan rumah.

“Penetapan tuan rumah PORA XV tahun 2026 dilakukan dalam forum Rapat Kerja KONI Aceh Tahun 2021 yang rencananya dilaksanakan pada Agustus nanti,” jelas Azhari.

Dalam forum rapat kerja KONI Aceh tersebut, tuan rumah PORA tahun 2026 akan ditentukan oleh anggota KONI Aceh yang memilliki hak suara.

Adalah KONI 23 Kabupaten/kota dan Pengprov cabang olahraga serta KONI Aceh.

Baca juga: Kejar Tiket Lolos ke PORA 2022, Ketua KONI Aceh Besar Semangati Atlet Tarung Derajat

Baca juga: Pidie Larang Kontrak Pemain Luar dalam PORA 2022, Wajib Putra Daerah, Begini Penegasan Wabup 

Baca juga: Pendaftaran Tinggal Dua Hari Lagi, Tuan Rumah PORA 2026 Sepi Peminat

Baca juga: Tim PON Aceh Uji Coba ke Medan

Serahkan Persetujuan Tertulis

Sebelumnya, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA XV 2026, Azhari mengatakan, pendaftaran pencalonan paling lambat disampaikan pada 25 Juni mendatang.

"Pemerintah kabupaten/kota melalui KONI setempat yang berminat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh, harus menyampaikan permohonan tertulis kepada KONI Aceh," kata Azhari kepada wartawan, Jumat (11/6/2021) petang.

Azhari menyebutkan, kabupaten/kota yang menjadi calon harus melampirkan data sumber daya manusia dan keuangan, ketersediaan sarana dan prasarana sesuai standar provinsi dan nasional.

Kemudian, kata Azhari, dukungan masyarakat dengan memperlihatkan persetujuan tertulis dari bupati, wali kota, DPRK, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).

"Bagi daerah yang mendaftar diharuskan membayar uang pendaftaran. Serta menyerahkan jaminan berupa uang yang ditandatangani kepala daerah dan Ketua DPRK," kata Azhari.

Selain itu, kabupaten/kota yang mencalonkan telah memiliki 30 persen sarana dan prasarana olahraga yang akan digunakan.

Serta pembangunan sarara dan prasarana minimal dilakukan setahun sebelum pelaksanaan PORA.

"Dan terpenting, pembangunan sarana dan prasarana tidak melanggar hukum dan HAM. Serta menyampaikan rencana anggaran pelaksana pekan olahraga dan sumber anggarannya," kata Azhari.

Azhari menyebutkan, bagi kabupaten kota yang ingin menjadi tuan rumah bersama bisa menyampaikan setelah masing-masing menyampaikan permohonan tersendiri.

Permohonan tuan rumah bersama harus tanda tangani masing-masing bupati wali kota.

"Syarat menjadi tuan rumah bersama, kabupaten kota harus berdampingan secara geografis. Sedangkan syarat lainnya, sama dengan calon tunggal," kata mantan anggora DPR Aceh tersebut.

Baca juga: Gadis 12 Tahun Dirudapaksa Pria 15 Tahun, Korban Ditarik Dalam Gubuk, Berawal Kenalan di Medsos

Baca juga: Komunitas Aceh di Malaysia Mulai Salurkan Bantuan Bahan Makanan untuk Warga Terkena Dampak Lockdown

Baca juga: Fakta Presiden Haiti Dibunuh Tentara Bayaran, 4 Pelaku Tewas, Jovenel Moïse Pernah Disuruh Mundur

Baca juga: 6 Manfaat Daun Salam, Lancarkan Pencernaan, Obati Batuk Hingga Atasi Diabetes, Ini Cara Penggunaan

Azhari mengatakan, panitia yang dipimpinnya hanya bertugas menjaring dan menyaring calon.

Tim ini bukan yang menetapkan kabupaten kota tuan rumah PORA 2026.

Yang menetapkan, kata Azhari, adalah anggota KONI Aceh yang memiliki hak suara.

Penetapan tuan rumah PORA XV Tahun 2026 dilakukan dalam rapat anggota KONI Aceh yang direncanakan pada Agustus 2021.

"Tugas kami hanya menerima pendaftaran, memverifikasi administrasi dan juga verifikasi lapangan. Verifikasi lapangan untuk memastikan terpenuhinya syarat-syarat pencalonan," kata Azhari.

Sebagaimana diketahui, pada penetapan tuan rumah PORA 2022 diikuti enam kabupaten/kota.

Adapun kabupaten/kota yang mendaftar adalah Aceh Jaya dan Aceh Barat mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama.

Kemudian, Kota Langsa, Kota Lhokseumawe, Pidie, serta Kabupaten Nagan Raya.

Ketika itu, Kabupaten Pidie tampil sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tahun 2022.

Kepastian itu diperoleh setelah sukses menjadi peraih suara terbanyak pada bidding PORA di Hotel Grand Aceh, Senin (23/7/2021) dini hari.

Kegiataan itu bersamaan dengan rapat anggota KONI Aceh 2018 selama dua hari, sejak 21 hingga 22 Juli 2018.

Rapat tersebut dihadiri oleh utusan 23 kabupaten/kota, dan 53 Pengurus Propinsi (Pengprov) cabang olahraga.

Dari total 76 pemilik hak suara, Pidie berhasil mengumpulkan dukungan terbanyak yaitu 25 suara.

Kabupaten Nagan Raya menjadi pesaing berat yang berhasil memperoleh 22 suara.

Kemudian disusul Aceh Jaya-Aceh Barat dengan perolehan 20 suara.

Sementara Kota Lhokseumawe empat suara, dan Kota Langsa tiga suara.

Sementara dan tiga suara dinyatakan rusak.(*)

Baca juga: VIDEO - 21 Pemain Terbaik Tim Sepakbola PON Aceh Uji Coba di Medan

Baca juga: VIDEO - Hadapi PON 2021 Papua, Fisik Atlet Anggar Aceh Ditempa di Sabang

Baca juga: VIDEO - Regu Putra Rugby Aceh Matangkan Persiapan ke PON Papua

Baca juga: VIDEO - Delapan Atlet Muaythai Aceh Latihan Fisik di Sabang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved