Breaking News:

Tuan Rumah PORA 2026

Pendaftaran Tinggal Dua Hari Lagi, Tuan Rumah PORA 2026 Sepi Peminat

Dari jadwal yang ditetapkan tim tersebut, masa pendaftaran calon tuan rumah berlangsung mulai 14 hingga 25 Juni 2021.

Editor: Imran Thayib
Foto Kiriman Qahar Muzakkar
Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA XV 2026, Azhari menjelaskan tata cara pendaftaran kepada wartawan, Jumat (11/6/2021) petang. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - KONI Aceh membuka pendaftaran calon tuan rumah Pekan Olahraga Aceh ( PORA) XV 2026.

Untuk itu, KONI Aceh sudah membentuk tim penjaringan dan penyaringan guna menerima pendaftar.

Dari jadwal yang ditetapkan tim tersebut, masa pendaftaran calon tuan rumah berlangsung mulai 14 hingga 25 Juni 2021.

Tinggal dua hari masa pendaftaran, ternyata tuan rumah untuk perhelatan pesta olahraga empat tahunan itu sepi peminat.

Padahal, setiap kabupaten/kota yang mendaftar harus melengkapi data-data paling lambat Jumat (25/6/2021).

Sebelumnya, Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Tuan Rumah PORA XV 2026, Azhari mengatakan, pendaftaran pencalonan paling lambat disampaikan pada 25 Juni mendatang.

"Pemerintah kabupaten/kota melalui KONI setempat yang berminat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Aceh, harus menyampaikan permohonan tertulis kepada KONI Aceh," kata Azhari kepada wartawan, Jumat (11/6/2021) petang.

Azhari menyebutkan, kabupaten/kota yang menjadi calon harus melampirkan data sumber daya manusia dan keuangan, ketersediaan sarana dan prasarana sesuai standar provinsi dan nasional.

Kemudian, kata Azhari, dukungan masyarakat dengan memperlihatkan persetujuan tertulis dari bupati, wali kota, DPRK, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).

"Bagi daerah yang mendaftar diharuskan membayar uang pendaftaran. Serta menyerahkan jaminan berupa uang yang ditandatangani kepala daerah dan Ketua DPRK," kata Azhari yang didampingi Wakil Ketua Panitia Penjaringan, M Zaini dan Sekretaris Panitia Penjaringan, Nurzahri.

Selain itu, kabupaten/kota yang mencalonkan telah memiliki 30 persen sarana dan prasarana olahraga yang akan digunakan.

Serta pembangunan sarara dan prasarana minimal dilakukan setahun sebelum pelaksanaan PORA.

"Dan terpenting, pembangunan sarana dan prasarana tidak melanggar hukum dan HAM. Serta menyampaikan rencana anggaran pelaksana pekan olahraga dan sumber anggarannya," kata Azhari.

Baca juga: Surat Pemanggilan Sudah Dilayangkan, Kejari Aceh Besar Segera Eksekusi Pelaku Rudapaksa Anak Kandung

Baca juga: Tak Hanya Kapal Aceh Hebat, MaTA Sebut KPK Sasar Banyak Kasus di Aceh, Apa Saja?

Baca juga: Gelar Partai Final dan Semifinal Euro 2020, 60 Ribu Penonton Dibolehkan ke Stadion Wembley

Baca juga: Partai Terakhir Grup E Malam Ini, Slovakia vs Spanyol, Punggawa La Furia Roja Butuh Menang

Azhari menyebutkan, bagi kabupaten kota yang ingin menjadi tuan rumah bersama bisa menyampaikan setelah masing-masing menyampaikan permohonan tersendiri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved