Internasional
Kobaran Api Pabrik Makanan dan Minuman Bangladesh Hanguskan 52 Pekerja
Satu kebakaran besar menghanguskan sebuah pabrik makanan dan minuman di luar ibu kota Bangladesh, Dhaka pada Jumat (9/7/2021).
Memproduksi jus di bawah Shezan International Ltd yang berbasis di Lahore, Pakistan, kata Kazi Abdur Rahman, manajer umum senior grup untuk ekspor.
Menurut situs web grup, perusahaan mengekspor produknya ke sejumlah negara termasuk Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, India, Bhutan, Nepal, dan negara-negara di Timur Tengah dan Afrika.
Rahman kepada The Associated Press melalui telepon, Jumat (9/7/2021) mengatakan perusahaan sepenuhnya sesuai dengan standar internasional, tetapi dia tidak yakin apakah pintu keluar pabrik dikunci.
Menurut undang-undang pabrik Bangladesh, sebuah pabrik tidak dapat mengunci pintu keluarnya saat pekerja berada di dalam selama jam produksi.
“Kami adalah perusahaan terkenal; kami menjaga aturan," katanya.
"Apa yang terjadi hari ini sangat menyedihkan. Kami menyesalinya," ujarnya.
Saat upaya pemulihan dilakukan pada hari Jumat, para korban dalam kantong mayat putih ditumpuk di armada ambulans saat kerabat meratap.
Saat asap tebal terus membubung dari pabrik yang masih membara, tangisan anggota keluarga pekerja yang hilang menunggu dengan cemas kabar cinta. yang berada di luar lokasi yang hangus.
Sebelumnya, anggota keluarga bentrok dengan polisi saat mereka menunggu semalaman tanpa kabar tentang nasib orang yang mereka cintai.
Pemerintah memerintahkan penyelidikan penyebab kebakaran.
Tragedi industri di masa lalu sering dikaitkan dengan penyimpangan keselamatan yang masih mengganggu negara Asia Selatan meskipun pertumbuhan ekonominya pesat.
Pada 2012, sekitar 117 pekerja tewas ketika mereka terjebak di balik pintu keluar yang terkunci di sebuah pabrik garmen di Dhaka.
Bencana Industri terburuk di negara itu terjadi pada tahun berikutnya, ketika pabrik garmen Rana Plaza di luar Dhaka runtuh, menewaskan lebih dari 1.100 orang.
Pihak berwenang memberlakukan aturan keselamatan yang lebih ketat setelah bencana itu dan industri garmen negara itu sebagian besar menjadi patuh di bawah pengawas domestik dan global.
Baca juga: Oman Larang Kedatangan Warga India, Pakistan dan Bangladesh, Cegah Masuknya Virus Corona
Tetapi banyak industri lokal lainnya gagal menjaga kepatuhan keselamatan dan bencana terus berlanjut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pabrik-makanan-dan-minuman-terbakar-di-bangladsh.jpg)