Internasional
Pabrik Persenjataan dan Militer Meroket di Arab Saudi, Sebagian Besar Perusahaan Lokal
Jumlah perusahaan berlisensi di sektor pabrik persenjataan dan militer Arab Saudi meningkat tajam pada semester pertama tahun ini.
Tujuannya untuk meningkatkan ini hingga 50 persen pada tahun 2030.
Di antara investasi terbaru untuk meningkatkan manufaktur lokal.
Baca juga: Warga Arab Saudi Diterbangkan dari Jakarta ke Riyadh 18 Jam Non-Stop, Terinfeksi Covid-19
Sebagi proyek untuk mengembangkan kendaraan lapis baja yang dilindungi yang dipelopori oleh Military Industries Corporation.
Zamil Offshore Services dan CMN Group juga telah berkolaborasi dalam pengembangan kapal pencegat berkecepatan tinggi.
Riyadh pada Maret 2022 mendatang akan menjadi tuan rumah Pameran Pertahanan Dunia.
GAMI diharapkan akan menampilkan sektor pertahanan Kerajaan yang sedang berkembang.
Sekitar 86 persen ruang telah dialokasikan untuk peserta pameran yang mencakup Lockheed Martin, Embraer, dan General Dynamics.
Acara ini diharapkan dapat menarik lebih dari 80.000 pengunjung dan mencakup setidaknya 85 delegasi militer.
Total pengeluaran militer global naik menjadi $1981 miliar tahun lalu, naik 2,6 persen secara riil dari 2019, menurut data dari Stockholm International Peace Research Institute.
Pengeluaran militer gabungan dari 11 negara bagian Timur Tengah yang datanya dimiliki SIPRI turun 6,5 persen pada tahun 2020, menjadi $143 miliar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jet-tempur-arab-saudi1.jpg)