Berita Aceh Utara
Santri Aceh Utara Arungi Sungai Selama Satu Jam Untuk Ajarkan Ilmu Agama Ke Pedalaman
Program Safari dakwah juga dilakukan ke sejumlah desa lainnya di pedalaman Aceh Utara
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Belasan santri Aceh Utara berjuang mengarungi sungai terusan Arakundo untuk mengajarkan ilmu agama, Minggu (10/7/2021).
Para santri mengajarkan ilmu agama kepada kepada masyarakat dan anak-anak di kawasan Dusun Alue Seupui Desa Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan Aceh Utara.
Untuk sampai ke kawasan itu, santri yang tergabung dalam Harakah Thalabah Aceh Utara (HATHAR) membutuhkan satu jam perjalanan menggunakan perahu mesin.
Baca juga: VIDEO Bank Aceh Syariah Serahkan Bus Toyota Hiace ke Pengajian Majelis Halaqah Alquran Gayo Lues
Program Safari dakwah juga dilakukan ke sejumlah desa lainnya di pedalaman Aceh Utara.
Namun, untuk kawasan lainnya seperti ke desa Seureuke dan dusun lainnya di Desa Leubok Pusaka, masih bisa dilintasi dengan menggunakan perjalanan jalur darat.
Sedangkan ke Dusun Alue Seupui harus mengarungi sungai.
“Kami berangkat naik perahu mesin menuju ke Alue Seupui mengarungi sungai selama satu jam.
Karena tidak bisa dilalui lewat darat,” ujar Ketua HATHAR Tgk Zulfirman kepada Serambinews.com, Selasa (13/7/2021).
Baca juga: Melaju Kencang Tanpa Lampu Penerang, Sepmor Tabrak Truk Tronton Parkir, Lalu Disambar Truk Colt
Alue Seupui merupakan salah satu dusun dari Gampong Leubok Pusakayang terisolir.
Sehingga menyebabkan masyarakat di sana terkendala dengan akses pendidikan agama dan umum.
“Kegiatan safari dakwah di Alue Seupui diawali dengan Shalat Zuhur berjamaah kemudian sedikit perkenalan profil HATHAR dan tausiah,” kata Ketua HATHAR.
Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan masyarakat. Hasil diskusi, HATHAR akan mensupport biaya transportasi guru ngaji.
Baca juga: Gugup Saat Polisi Datang, Pemuda Sungai Pauh Buang 24 Paket Sabu
“Pengajian rutin dilaksanakan setiap pagi Jumat yang diasuh oleh Abi Muslem,” kata Tgk Zufirman.
Selama ini biaya sewa perahu harus ditanggung sendiri oleh Abi Muslem karena tidak ada donatur.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan kitab Iqra' dan Kitab Masailal Muhtadin kepada masyarakat dan anak-anak di kawasan itu.(*)
Baca juga: Kepala Gajah Dipotong di Aceh Timur, Diduga Agar Mudah Ambil Gadingnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/santri-aceh-utara-arungi-sungai-untuk-ajarkan-ilmu-agama.jpg)