Rabu, 15 April 2026

Internasional

Mobil Wanita Muslim, Pemimpin Partai Buruh Dewan Oldham, Inggris Dilempar Bom Molotov

Polisi Inggris sedang menyelidiki serangan bom molotov ke mobil pemimpin Partai Buruh Dewan Oldham di utara Inggris.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Partai Buruh Oldham
Arooj Shah, wanita Muslim pertama yang memimpin dewan di utara Inggris. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Polisi Inggris sedang menyelidiki serangan bom molotov ke mobil pemimpin Partai Buruh Dewan Oldham di utara Inggris.

Mobil Arooj Shah, wanita Muslim pertama yang memimpin otoritas lokal utara, terbakar pada Selasa (13/7/2021) pukul 01.30 waktu setempat.

Dilansir Reuters, Rabu (14/7/2021), tidak ada korban luka dalam serangan itu, tetapi kekuatan kobaran api begitu kuat sehingga properti di sekitarnya rusak.

Serangan itu telah dikutuk oleh rekan-rekan politik Shah dan tokoh-tokoh besar di kota Greater Manchester.

“Solidaritas saya dengan Arooj Shah yang menjadi sasaran pengecut,” kata Jim McMahon, anggota parlemen Partai Buruh untuk Oldham West dan Royton.

“Hukumam berat harus dijatuhkan bagi mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan," katanya.

Baca juga: Perwira Polisi Inggris Mengaku Menculik dan Membunuh Seorang Wanita

"Karena ini adalah penyelidikan yang sedang berlangsung, saya terbatas pada apa yang dapat saya katakan secara terbuka," tambahnya.

"Selain untuk menawarkan dukungan dan pemikiran saya kepada Arooj dan keluarganya," tambahnya.

Howard Sykes, pemimpin Dewan Demokrat Liberal, mengatakan insiden itu mengerikan dan serangan yang menakutkan.

Dia menambahkan juga menunjukkan ancaman terhadap orang-orang dalam kehidupan publik dan menghentikan orang-orang yang baik untuk terlibat di dalamnya.

“Ini tidak dapat dibiarkan berlanjut, dan kita tidak hanya harus menghentikan serangan kriminal ini," harapnya

"Tetapi juga pendekatan keras yang telah menjadi terlalu banyak politik di Oldham baru-baru ini, dan Inggris, dalam beberapa tahun terakhir," ungkapnya.

“Setiap orang berhak diperlakukan dengan bermartabat, dengan rasa hormat, dan dengan adil. Pelecehan dan politik 'peluit anjing' tidak dapat memiliki bagian dalam masyarakat kita," ujarnya.

“Inilah saatnya kita harus berdiri bersama," katanya.

"Jika Anda adalah orang yang baik dan berpikiran adil, Anda harus melawan serangan yang mengerikan ini," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved