Internasional
Presiden Kuba Tuduh AS Sebagai Dalang Pecahnya Demonstrasi, Minta Rakyat Tidak Sebar Kebencian
Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel menuduh Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan media sosial sebagai pemicu pecahnya Demonstrasi besar-besaran.
Tidak ada insiden yang dilaporkan pada Rabu (14/7/2021).
“Masyarakat kami bukanlah masyarakat yang menyimpan kebencian dan orang-orang itu bertindak dengan kebencian,” kata Díaz-Canel.
“Perasaan warga Kuba adalah perasaan solidaritas dan orang-orang ini melakukan aksi bersenjata ini," ujarya.
"Dengan vandalisme, meneriakkan kematian, berencana menyerbu tempat umum, merusak, merampok, melempar batu," tambahnya.
Kuba mengalami krisis terburuk dalam beberapa tahun akibat kombinasi pandemi virus Corona yang melumpuhkan ekonominya.
Baca juga: Puluhan Ribu Warga AS Menggelar Demonstrasi, Menuntut Diwujudkannya Keadilan Bagi Warga Palestina
Termasuk industri pariwisata yang vital, inefisiensi dalam ekonomi yang dikelola negara, dan pengetatan sanksi AS di pulau itu.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sempt memberlakukan lebih dari 200 tindakan terhadap pulau itu dalam empat tahun.
Díaz-Canel mengatakan situasi kompleks ini dimanfaatkan oleh mereka yang tidak benar-benar ingin revolusi Kuba berkembang atau hubungan beradab dengan Amerika Serikat.(*)