Breaking News:

Video

VIDEO Sedapnya Mie Caluk Lapangan Meureudu Pijay, Tiap Hari Laku 25 Kg

Ia turut mempekerjakan satu pria dan enam gadis guna menunjang pelayanan bagi Konsumen setia yang rela datang jauh-jauh untuk menikmati mie caluk.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Busra Usman (60) warga Gampong Dayah Kleeng Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya (Pijay) bersama enam rekan kerjanya terpaksa mondar- mandir melayani 'Tamu (Pembeli) setia yang menyambangi tempat usaha Mie Caluk Lapangan Kota Meureudu, yang berada persis di pusat ibu kota Pijay.  

Tamu yang datang untuk mencicipi racikan kuliner lokal ini itu tidak hanya datang dari penduduk lokal.  

Akan tetapi dalam tujuh tahun terakhir Mie Caluk ini telah menebar 'Aroma' dilidah masyarakat Kabupaten/Kota lainnya, seperti Pidie, Bireuen, Aceh Utara hingga warga Banda Aceh tak luput transit menikmati sedapnya Mie Caluk Lapangan Kota Meureudu itu.   

Harganyapun sangat terjangkau. Hanya Rp 3.000 sampai Rp 5.000 per porsi yang disajikan dalam  mangkok untuk siap santap di lokasi dan bungkusan kertas atau daun pisang untuk dibawa pulang sebagai 'Buah Tangan'.   

"Awalnya usaha Mie Caluk ini saya lakoni bersama istri tercinta sejak tahun 2000 lalu, berlokasi di SDN 1 Kota Meureudu hingga tiga tahun kemudian, pada 2003 saya terpaksa pindah ke Lapangan Kota Meureudu untuk melayani pelanggan terutama bagi para penggemar dan sekaligus pemain bolakaki serta masyarakat secara umum, "sebut Busra Usman kepada Serambinews.com, Rabu (14/7/2021) seraya mengemas porsi Mie Caluk pesanan pelanggan.  

Menurut ayah tiga anak ini, dagangannya terus menjadi 'Incaran' para pembeli, terbukti saban hari ia mampu menghabiskan bahan baku Mie Lidi itu sebanyak 25 Kg dengan omset pendapatan Rp 1 juta lebih.  

Selain itu juga, kakek satu cucu ini turut mempekerjakan satu putra lokal dan enam gadis belia guna menunjang dalam mempercepat layanan bagi Konsumen setia.  

Setiap hari, para pekerja langsung dibayar secara tunai Rp 40.000 per orang, dengan durasi jam kerja selama tiga jam, yaitu mulai pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.  

Seiring perjalanan waktu, Busra tetap eksis mempertahankan racikan bumbu 'Rahasia Perusahaanya' itu dari sejak awal usaha dalam menghidupi nafkah bagi buah hatinya dan keluarga serta kerabat.  

"Dulu, di tahun 2000, rata-rata jualan Mie Caluk ini hanya laku 3 Kg saja namun dengan keteguhan dan komitmen tinggi pada cita rasa bumbu kuah yang khas menjadikan peminat Mie Caluk ini semakin tumbuh pesat,"ujarnya.  

Selain itu juga, dalam setiap bisnis ekonomi Busra tetap mengedepankan pelayanan prima bagi siapapun yang datang menikmati Mie Caluk murah dan meriah ini.  

Hanya dalam tempo durasi waktu 1 sampai 2 menit pesanan langsung tiba di meja makan. "Layanan prima menjadi andalan dalam menjaga Konsumen dan ini musti saya pertahankan kapanpun dalam merebut 'Hati' penikmat, "tuturnya dengan penuh senyum. (*)  

Narator: Ilham
Video Editor: Hari Mahardhika

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved