Senin, 11 Mei 2026

Video

VIDEO - Minta Maaf Setelah 'Sikat' Kepala SPPG, Wabup Pidie Jaya Akui Khilaf dan Menyesal

Insiden ini menjadi sorotan warga Aceh, terutama karena terjadi di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan gizi.

Tayang:

SERAMBINEWS.COM - Wakil Bupati (Wabup) Pidie Jaya, Aceh, Hasan Basri, menjadi sorotan publik setelah aksinya meninju Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, viral di media sosial. Insiden itu terjadi pada Kamis (30/10/2025) dan kini berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.

Pemukulan tersebut disebut dipicu oleh kekesalan Hasan Basri ketika mendapati nasi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang hendak disalurkan ke sekolah-sekolah dalam kondisi dingin. Ia disebut marah karena menilai makanan itu tidak layak dikonsumsi oleh siswa.

Peristiwa itu terekam jelas dalam rekaman CCTV yang kemudian menyebar luas di media sosial. Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat Hasan Basri memukul kepala Muhammad Reza di depan sejumlah orang yang tampak kaget dengan tindakannya.

Baca juga: Sosok Wabup Pidie Jaya Hasan Basri yang Bogem Kepala SPPG, Anak Pensiunan Polisi Lulusan ITB

Setelah video itu viral dan menuai kecaman, Muhammad Reza melaporkan insiden pemukulan tersebut ke Polres Pidie Jaya. Pihak kepolisian pun membenarkan telah menerima laporan dan tengah melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi.

Menanggapi situasi itu, Hasan Basri akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku menyesal atas tindakannya dan menyebut bahwa perbuatannya dilakukan secara spontan karena emosi sesaat. “Saya mohon sangat, saya khilaf dan tidak bermaksud menyakiti,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).

Hasan juga menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati proses hukum yang berjalan. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik tanpa mengurangi tanggung jawabnya sebagai pejabat publik.

Insiden ini menjadi sorotan warga Aceh, terutama karena terjadi di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan gizi untuk anak sekolah. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak terulang, dan pejabat daerah lebih mengedepankan etika serta komunikasi dalam menjalankan tugas.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved