Breaking News:

Pria Ini Ngaku Mata Buta Tertusuk saat Ribut di Posko PPKM Darurat, Petugas Ungkap Kejadiannya

Lelaki itu mengaku matanya buta tertutuk pena akibat didorong petugas yang berjaga di pos penyekatan Padang - Solok, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumb

Editor: Faisal Zamzami
Facebook Zulkifli
Pria ini ngaku matanya ditusuk petugas saat lewati posko penyekatan PPKM Darurat di Perbatasan Solok-Padang. Berikut ini penjelasan pihak Polsek Lubuk Kilangan, Padang 

"Ada juga video klarifikasi kalau dia mengantarkan uang ke arah atas (Solok), tapi saya tidak tahu di mananya. Sebenarnya dia dari luar kota, ditanyalah sama anggota terkait syarat masuk ke Kota Padang," katanya.

AKP Lija Nesmon mengatakan, kalau lelaki itu tidak dapat memperlihatkan syarat dan berkata kalau dirinya warga Kota Padang.

Selanjutnya, kata dia, petugas meminta identitas dirinya seperti KTP dan tidak diperlihatkan kepada petugas.

"Setelah ribut-ribut, saya datangi untuk menanyakan apa yang terjadi. Ia menjelaskan kalau datang dari bawah (Kota Padang) menuju ke atas (Solok). Katanya sudah minta izin sama petugas, saya tanyakan kepada petugas yang mana minta izin," katanya.

Kejadian itu, kata dia, sebelum video yang viral dan kembali ditanyakan terkait identitasnya.

"Semua anggota masih ada di lokasi, malam itu ada Dishub, TNI, Satpol PP, BPBD, pihak kecamatan Lubuk Kilangan, dan Lurah Bandar Buat," katanya. 

AKP Lija Nesmon menyebutkan, kalau warga tersebut tidak dapat menunjukkan kepada siapa meminta izin sebelumnya.

"Saya katakan tidak usah ribut-ribut di sini. Akhirnya saya pegang punggungnya saat berada di sampingnya sambil mengatakan tidak usah ribut-ribut dan mengajaknya ke mobil untuk kembali putar ke atas (Solok)," katanya.

AKP Lija Nesmon menyebutkan kalau itu sudah ketentuan dan barulah warga tersebut mengatakan kalau dirinya mantan Wakil DPRD Tapanuli Tengah.

"Dikatakan kalau saya mendorong dia. Saya katakan saya tidak mendorong. Namun, saya rangkul dia. Selanjutnya, dia tidak terima dan sempat mendorong saya. Selanjutnya saya pergi ke belakang mobil," katanya.

Ia menjelaskan, warga tersebut bersikeras untuk masuk dan mencari jalan untuk masuk ke Kota Padang.

"Saat itu kami dalam monitoring pos penyekatan, untuk pena itu adalah pena dirinya. Saya tidak melihat jelas bagaimana sampai berdarah, tapi pena dia yang pegang," katanya.

Sri Utari mendengar warga tersebut mengatakan matanya buta tapi bisa melihat dan mengejar petugas di lokasi.

"Tidak matanya yang kena, tapi pelipisnya. Ini masih bisa mengambil HP dan sempat menampar orang yang ada di dalam mobilnya," katanya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved