Berita Aceh Barat
Dosen Prodi Keperawatan Poltekkes Meulaboh Meninggal Akibat Covid-19
Efendi meninggal dunia di RSUDZA Banda Aceh pada Senin (19/7/2021), setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit tersebut.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Salah seorang staf program studi keperawatan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Meulaboh, yang merupakan salah satu dosen pembantu yakni Ns Efendi (29), meninggal dunia akibat positif terinfeksi Coronavirus Disease (Covid-19).
Efendi meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Senin, (19/7/2021), setelah menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit tersebut.
Sementara Ketua Prodi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Meulaboh, Yussida kepada Serambinews.com, Selasa (20/7/2021), membenarkan satu orang Staf Prodi Keperawatan meninggal akibat Covid.
Diketahui, jika Effendi meninggal dunia terpapar Covid-19 diduga terpapar Covid-19 saat merawat kedua orang tuanya, sedangkan keduanya orang tuanya yang berada di Nagan Raya kini telah sembuh dari wabah tersebut.
Sementara Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Aceh Barat Amril Nuthihar membenarkan salah satu Staf Prodi Keperawatan Poltekkes Meulaboh meninggal dunia.
Pada Senin (19/7/2021) melaporkan, bahwa ada satu orang pasien covid telah meninggal dunia yaitu Efendi (29) dari Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan.
Baca juga: BREAKING NEWS - Warga Temukan Karung Berisi Mayat di Bawah Jembatan
Baca juga: Rusia Sukses Uji Coba Rudal Tsirkon, Mampu Hancurkan Sasaran Sejauh 350 Km, Bikin Amerika Takut
Bertambahnya, 1 pasien yang meninggal tersebut, maka angka kumulatif Covid-19 di Aceh Barat saat ini sudah mencapai 32 orang yang telah meninggal dunia.
Pada hari yang sama, selain 1 orang yang meninggal, juga ada penambahan 4 kasus baru yang positif terinfeksi virus corona, dimana keempat orang tersebut kini menjalani isolasi mandiri.
Pada hari itu ada sekitar 14 pasien Covid sudah dinyatakan sembuh kembali, dan mereka telah dapat melakukan aktivitas seperti biasanya sesuai dengan profesi masing-masing.
“Pasien yang telah meninggal dunia tersebut berasal dari Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan atas nama EF (29)," Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Barat, Amril Nuthihar kepada Serambinews.com, Senin (19/7/2021).
Sementara itu 4 orang warga yang positif terinfeksi Covid-19 tersebut yang kini menjalani isolasi mandiri masing-masing DW (45) warga Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo.
Berikut IP (20) warga Desa Blang Beurandang, ZF (29) dari Desa Leuhan, dan FD (31 warga Desa Seuneubok, ketiganya dari Kecamatan Johan Pahlawan.
Baca juga: Juventus Tertarik Datangkan Mauro Icardi, Tawarkan Cristiano Ronaldo ke PSG
Baca juga: Mantan Satpam Rampok Bank Karena Terlilit Utang, Deposit Rp 35 Juta Hasil Merampok untuk Judi Online
Dirincikan, dari jumlah kumulatif Covid-19 di Aceh Barat per tanggal 19 Juli 2021 sebanyak 486 orang itu masing-masing dirawat di RSUZA Banda Aceh sebanyak 6 orang, dirawat di ruang pinere RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh sebanyak 10 orang, dan dirawat di Rumah Sakit Denkesyah 2 orang.
Kemudian pasien isolasi di fasilitas khusus di Komplek Rumah Sakit Jiwa di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI sebanyak 5 orang, dan isolasi mandiri sebanyak 62 orang.
Selain itu sebanyak 369 orang pasien covid telah sembuh dari wabah corona dan sebanyak 32 orang meninggal dunia.
Sementara itu jumlah pasien suspek dalam pantauan sebanyak 6 orang dan dari jumlah tersebut sebanyak 2 orang dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien. Berikut probable dalam pantauan nihil, serta pasien kontak erat dalam pantauan sebanyak 86 orang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/amril-nuthihar-jubir-satgas-penanganan-covid-19-aceh-barat-1107.jpg)