Breaking News:

Polisi Segera Panggil Selebgram, Kerumunan di Lhokseumawe

Polres Lhokseumawe menyatakan segera memanggil selebgram Aceh, Herlin Kenza untuk menjalani pemeriksaan terkait kerumunan di sebuah toko grosir

Editor: bakri
instagram
Selebgram Aceh HK merespons dugaan kerumunan yang terjadi di Pasar Inpres, Lhokseumawe, beberapa waktu lalu dan viral di media sosial 

BANDA ACEH - Polres Lhokseumawe menyatakan segera memanggil selebgram Aceh, Herlin Kenza untuk menjalani pemeriksaan terkait kerumunan di sebuah toko grosir di Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy menegaskan, pemeriksaan Herlin Kenza dilakukan karena yang bersangkutan diduga melanggar aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam menekan penularan Covid-19.

"Video kerumunan yang disebabkan kedatangan Herlin Kenza tersebut sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Apalagi di saat sedang dilakukan pemberlakuan PPKM," tegas Kombes Pol Winardy seperti dilansir Antara, Selasa (20/7/2021).

Kombes Winardy mengatakan, polisi juga sudah memeriksa pemilik toko beserta beberapa saksi lainnya. Menurutnya, pemilik toko tersebut terancam dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan jo Pasal 55 KUHP.

"Kami memastikan kasus ini akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 terkait kerumunan yang disebabkan selebgram tersebut," tegas Kombes Pol Winardy.

Tak Ada Izin

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kasubbag Humas, Salman Alfarisi mengatakan, pemilik toko yang mengundang selebgram yang menyebabkan kerumunan sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

Namun, Salman menjelaskan, terkait sanksi nanti Satgas Covid-19 yang memutuskannya. Menurutnya, kegiatan promosi toko grosir pada Jumat (17/7/2021) tersebut, tidak mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian dan Satgas.

Polisi juga bakal berkoordinasi dengan tim Satgas untuk memutuskan sanksi yang dijatuhkan ke pemilik toko. "Saat ini sedang dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 Lhokseumawe untuk sanksi yang akan diberikan," jelasnya.

Sementara terkait pengamanan, kata Salman, sejumlah pria pengawal tersebut bukan anggota polisi. Terlebih, kegiatan itu tidak dilakukan koordinasi dengan polisi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved