Kamis, 30 April 2026

Luar Negeri

Bahayanya Infeksi Jamur Hitam, Bisa Menyerang Pasien Covid Baru Pulih, Sudah Menyebar di Indonesia

Memang jika Anda menderita Covid-19, ada kemungkinan Anda tidak merasakan gejala apa-apa dan bisa sembuh seperti sebelum terserang Covid-19.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
PTI Photo
Foto mata penderita jamur hitam bikin merinding, ini cara mencegahnya. 

 
SERAMBINEWS.COM - Infeksi jamur hitam menjadi salah satu penyakit post Covid yang dikhawatirkan banyak dokter di dunia.

Disebut penyakit post Covid karena tercatat di India, penyakit jamur hitam telah menyerang pasien Covid-19.

Memang jika Anda menderita Covid-19, ada kemungkinan Anda tidak merasakan gejala apa-apa dan bisa sembuh seperti sebelum terserang Covid-19.

Namun tidak sedikit yang mengalami Covid-19 dengan gejala berat, salah satunya kemudian terserang infeksi jamur hitam.

Melansir Kompas.com, lebih dari 4300 orang telah meninggal dunia akibat infeksi jamur hitam di India.

India melaporkan 45,374 kasus penyakit langka ini.

Mucormycosis adalah nama lain dari jamur patogen penyebab infeksi ini.

Dr Raghuraj Hegde, dokter bedah mata di Bangalore, telah menangani banyak pasien jamur hitam.

Kasus-kasus kematian akibat mucormycosis banyak terjadi tapi tidak tercatat secara resmi, paparnya.

"Biasanya kematian akibat mucormycosis terjadi beberapa pekan hingga bulan setelah terkena penyakit ini. Sistem kami yang ada saat ini tidak bagus untuk menangkap data," ujar Hegde.

Kasus bisa tidak tercatat karena diagnosa sulit dilakukan di rumah sakit kecil dan di pedesaan.

"Kami melihat pasien-pasien penyakit ini yang ditangani secara gencar dan diperbolehkan pulang, kembali masuk rumah sakit karena penyakit yang sama. Penyakit itu bahkan telah menyebar ke mata atau otak," papar Dr Akshay Nair, dokter bedah mata di Mumbai, kepada BBC.

Baca juga: Virus Corona Mematikan Varian Jamur Hitam Asal India Ancam Afghanistan

Baca juga: Lebih Berbahaya daripada Jamur Hitam dan Putih, Kini Jamur Kuning Ancam Pasien Corona

Menyebar di Indonesia

Sebenarnya, mucormycosis juga sudah menyebar di Indonesia sebelum Covid-19.

Dr Anna Rozaliyani Mbiomed, SpP(K), ketua Pokja Bidang Mikosis Paru Pusat Mikosis Paru FKUI/RS Persahabatan mengatakan, "beberapa kasus mukormikosis di Indonesia telah dilaporkan sebelum pandemi Covid-19. Meskipun jumlahnya tidak banyak, tetapi angka kematian dan kesakitannya tinggi,"

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved