Breaking News:

Polres Lhokseumawe Periksa Herlin Kenza 7,5 Jam, Kasus Selebgram Aceh Tersandung Kasus Kerumunan

Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lhokseumawe, memeriksa Herlin Kenza selama 7,5 jam

Editor: bakri
Serambinews.com
Selebgram Aceh, Herlin Kenza usai penuhi panggilan polisi dan jalani pemeriksaan selama 8 jam di Polres Lhokseumawe, Kamis (22/7/2021) 

LHOKSEUMAWE - Penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Lhokseumawe, memeriksa Herlin Kenza selama 7,5 jam. Selebgram asak Takengon, Aceh Tengah, itu terlihat masuk ke ruang penyidik sekitar pukul 10.30 WIB dan baru keluar sekitar pukul 18.07 WIB.

Seperti diketahui, Herlin Kenza, menjadi sorotan setelah video kedatangannya ke toko pakaian di Pasar Inpres Lhokseumawe, Jumat (16/7/2021) lalu, viral di media sosial. Herlin pun berurusan dengan polisi, karena dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Amatan Serambi, kemarin, Herlin yang datang menggunakan mobil Suzuki Ertiga BL 1093 KW tiba di Mapolres Lhokseumawe sekitar pukul 10.30 WIB. Dengan dikawal oleh dua pria, setelah turun dari mobil ia langsung menuju ke Ruang Tipiter yang berada di lantai dua Mapolres Lhokseumawe. Herlin tampak mengenakan baju dan celana wana hitam serta memakai kaca mata hitam.

Sejumlah wartawan yang coba mengikuti pemeriksaan dan merekam tanya jawab antara penyidik dan Herlin gagal karena tidak diperbolehkan masuk ke ruangan tersebut. Polisi beralasam takut mengganggu proses pemeriksaan itu.  Sehingga, wartawan pun harus menunggu Herlin Kenza sampai tuntasnya pemeriksaan yang lamanya sekitar 7,5 jam.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, mengatakan, sampai kini pihaknya sudah memeriksa sembilan orang terkait dengan kedatangan Herlin hingga menimbulkan kerumunan di Pasar Inpres Lhokseumawe pada Jumat (16/7/2021) lalu. “Penyidik juga memintai keterangan dari sejumlah saksi seperti tukang parkir, tetangga pemilik toko, dan pihak-pihak lain yang mengetahui terjadinya kerumunan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Kapolres, Kabag Humas Pemko Lhokseumawe, Marzuki, juga dipanggil oleh pihak kepolisian selaku Satgas Covid-19. Marzuki dipanggil, sambung AKBP Eko Hartanto, untuk menggali informasi tentang koordinasi dan izin menggelar acara endorse oleh Herlin Kenza. "Untuk Herlin Kenza, penyidik mengajukankan 30 pertanyaan terkait terjadinya kasus kerumunan pada saat pemberlakukan PPKM Mikro," jelas Kapolres.

Eko Hartanto menegaskan, pihaknya tetap akan memproses kasus kerumunan massa dan menindak yang terlibat baik unsur sipil maupun petugas. Menurutnya, petugas akan bekerja ekstra agar kasus itu cepat tuntas dan hukum dapat ditegakkan sesuai dengan prosedur. “Insya Allah dalam waktu dekat akan segera ditetapkan tersangka. Saat ini, kita sedang bekerja untuk menuntaskan kasus ini dengan cepat,” ungkapnya.

Kapolres berharap, kasus ini menjadi pelajaran bagi semua orang agar tidak mengulangi kesalahan yang sama hingga dapat merugikan orang lain di tengah pandemi Covid-19. Untuk tempat usaha atau toko di Pasar Inpres, sambung Kapolres, juga akan diberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sanksi itu, sebut Eko, bisa saja berupa membayar denda, penyegelan, atau tempat usaha tersebut ditutup. Namun, tambah Kapolres, sanksi itu akan diputuskan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Lhokseumawe.

Herlin Kenza keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.07 WIB dengan tetap dikawal oleh dua pria. Kepada wartawan, Herlin mengatakan, dirinya baru selesai mengikuti proses pemeriksaan dengan lancar. “Pemeriksaannya berjalan lancar tanpa kendala. Saya hanya mohon doanya agar semua lancar dan tidak ada kendala apa pun,” ujar Herlin Kenza singkat dan kemudian langsung menuju ke mobilnya. (zak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved