Breaking News:

Berita Aceh Tenggara

Maksiat Marak di Aceh Tenggara, Dewan Minta Satpol PP Razia Kafe Remang-remang dan Perjudian

Warga mengatakan, ada sebuah kafe diduga menjadi tempat berbuat maksiat di kawasan Lawe Rakat-Lawe Loning I.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Taufik Hidayat
hand over dokumen pribadi
Wakil Ketua Komisi D DPRK Aceh Tenggara, Tgk Marwan Husni SSosi. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Maksiat di Kabupaten Aceh Tenggara, semakin marak. Kafe-kafe remang-remang dan perjudian Higgs Domino dan perjudian lainnya meresahkan masyarakat di Tanoh Alas.

"Maksiat semakin menjamur di Agara karena lemahnya penegakkan Qanun Syariat Islam, " ujar Wakil Ketua Komisi D DPRK Aceh Tenggara dari Partai Amanat Nasional (PAN) Tgk Marwan Husni SSosi kepada Serambinews.com, Minggu (25/7/2021).

Dikatakan, Tgk Marwan, berdasarkan informasi warga ada aktivitas sebuah kafe diduga sebagai tempat ajang berbuat maksiat beroperasi di sebuah bangunan di kawasan Lawe Rakat- Lawe Loning I, Kecamatan Lawe Sigala gala, Agara.

Aktivitas kafe ini juga suara soudsystem hingga larut malam, bahkan di jual miras dan ini tentunya bertentangan dengan Qanun Syariat Islam yang telah diberlakukan di Aceh Tenggara.

Menurut dia, menjamurnya maksiat di Tanoh Alas akibat kurang peduli Pemkab Aceh Tenggara melalui Satpol PP untuk menjalankan Qanun Syariat Islam secara kaffah.

Menurut Tgk Marwan, di Aceh Tenggara saat ini juga marak perjudian higgs domino yang merambah berbagai kalangan hingga ke pelosok daerah. Bukan hanya chip domino juga ada perjudian lain seperti judi togel seperti di Kecamatan Babul Makmur dan kecamatan lainnya.

Baca juga: Dipiloti Putra Aceh, Pesawat Hercules TNI AU Mendarat Sempurna di Bandara Rembele

Baca juga: Apakah Ada Golongan Darah Tertentu yang Disukai Nyamuk? Ini Penjelasan Menurut Hasil Penelitian

Baca juga: Rumah warga Gampong Baro Peukan Bada Aceh Besar Terbakar, Sepmor dan Dua Unit Sepeda Ikut Hangus

"Saya minta Satpol PP berantas maksiat dan perjudian di Agara. Apa tidak takut datang murka Allah, makanya dibiarkan maksiat menjamur," tegas Tgk Marwan Husni.

Ditambahnya, wanita muslimah tak memakai jilbab, pakaian ketat menjamur di Agara. Bahkan, sangat memalukan ketika mereka bebas berkeliaran di seputaran Masjid Agung At Taqwa Kutacane. Ini terjadi karena pengawasan dari kita yang sangat lemah.

Sementara itu, Kasatpol PP dan WH Aceh Tenggara, Rahmad Fadli SSTP, mengatakan, mereka akan segera merazia kafe-kafe remang-remang dan juga merazia perhotelan yang diduga sebagai ajang maksiat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved