Berita Aceh Singkil
Penyuluh Agama Kemenag Aceh Singkil Dibekali Penguatan Moderasi Beragama, Ini Tujuannya
"Moderasi beragama harus dikembangkan dari tingkat paling bawah melalui penyuluh agama. Sehingga konsep Islam washatiyah sebagai wujud Islam...
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
"Moderasi beragama harus dikembangkan dari tingkat paling bawah melalui penyuluh agama. Sehingga konsep Islam washatiyah sebagai wujud Islam rahmatan lil’alamin, pencegahan dini potensi kerawanan konflik, serta wawasan kebangsaan dan nasionalisme dapat terwujud," kata Saifuddin.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Singkil, memberikan pembekalan moderasi bergama kepada penyuluh agama Islam fungsional dan non-PNS, Selasa (27/7/2021).
Kepala Kankemenag Aceh Singkil, Saifuddin, mengatakan penyuluh agama Islam harus dapat melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka penguatan moderasi beragama.
Sehingga dapat menjaga keutuhan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.
"Moderasi beragama harus dikembangkan dari tingkat paling bawah melalui penyuluh agama. Sehingga konsep Islam washatiyah sebagai wujud Islam rahmatan lil’alamin, pencegahan dini potensi kerawanan konflik, serta wawasan kebangsaan dan nasionalisme dapat terwujud," kata Saifuddin.
Sementara Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Singkil Hendra Sudirman, menyatakan pihaknya terus menggaungkan moderasi beragama.
Salah satunya, dengan pembekalan moderasi beragama serta wawasan kebangsaan terhadap 80 penyuluh agama.
Baca juga: Kemenag Aceh Instruksikan ASN Patuhi Surat Edaran Menag Terkait Penerapan Protkes 5M
“Melalui kegiatan ini diharapkan penyuluh agama Islam mendapat pengetahuan dan pemahaman tentang moderasi beragama, Islam wasathiyah, dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
Moderasi beragama merupakan cara pandang dan praktik beragama yang mengamalkan esensi ajaran agama, yang hakikatnya mengandung nilai kemanusiaan dan menebarkan kemaslahatan bersama.
Adapun esensi moderasi beragama yaitu, cara pandang atau sikap dan praktik keberagamaan.
Kemudian terkait pengamalan esensi agama, hakikatnya adalah kemanusiaan dan kemaslahatan bersama.
Esensi moderasi beragama berikutnya yakni, semuanya berprinsipkan keadilan dan keseimbangan.
Terakhir, taat pada konstitusi yang menjadi kesepakatan bersama di tengah kehidupan beragam.(*)
Baca juga: Kemenag Lhokseumawe Adakan Bimbingan Teknis Pelayanan Berbasis Digital bagi KUA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kemenag-aceh-singkil-memberikan-pembekalan-moderasi-beragama-kepada-penyuluh-agama-islam.jpg)