Senin, 13 April 2026

Internasional

Perusahaan Rokok AS, Philips Morris Akan Menghentikan Penjualan Marlboro di Inggris

Produsen rokok AS, Philip Morris International akan segera menghentikan penjualan Marlboro di Inggris.

Editor: M Nur Pakar
()
Rokok Marlboro, hasil produksi Philip Morris International 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Produsen rokok AS, Philip Morris International akan segera menghentikan penjualan Marlboro di Inggris.

Kepala Eksekutif Philip Morris International, pembuat rokok Marlboro di luar AS, mengatakan perusahaannya akan berhenti menjual rokok di Inggris dalam satu dekade mendatang.

CEO, Jacek Olczak mengatakan kepada The Mail, langkah itu sebagai bagian dari tujuan perusahaan untuk menjadi bebas asap rokok.

Dia menjelaskan kebijakan itu untuk membantu mengakhiri penggunaan rokok tradisional.

Olczak juga meminta pemerintah Inggris untuk melarang rokok dalam satu dekade mendatang.

Baca juga: Philip Morris Akuisisi Fertin Pharma, Apa Gerangan Perusahaan Rokok Beli Produsen Obat-obatan?

Dia beralasan dibandingkan dengan mobil bertenaga gas, akan dilarang dijual di negara itu mulai tahun 2030, menurut The Telegraph, Senin (26/7/2021).

"Kita akan bisa melihat dunia tanpa rokok," katanya.

"Sebenarnya, semakin cepat itu terjadi, semakin baik bagi semua orang," tambahnya.

Disebutkan, Dengan regulasi dan informasi yang tepat, itu bisa terjadi 10 tahun dari sekarang di beberapa negara.

"Anda bisa memecahkan masalah sekali dan selamanya," ujarnya.

Baca juga: Butuh Kajian Ilmiah untuk Buktikan Produk Tembakau Alternatif Berisiko Rendah, Misal Rokok Elektrik 

Philip Morris International terpisah dari Philip Morris USA, yang membuat rokok Marlboro di AS merupakan divisi dari perusahaan tembakau Amerika Altria.

Tetapi, telah Ini memisahkan diri dari Philip Morris USA pada tahun 2008.

Baru-baru ini mengumumkan rencana untuk berubah menjadi perusahaan bebas asap rokok.

Bahkan, ada niat untuk membeli perusahaan farmasi Inggris Vectura Group , yang membuat inhaler asma.

Kelompok anti-merokok di Inggris mengkritik penjualan itu.

Baca juga: Rokok Elektrik Berbeda dengan Rokok Biasa, HPTL Perlu Regulasi Berbeda, Begini Penjelasannya

Menuduh perusahaan tembakau mencoba memposisikan diri sebagai anti-merokok.

Tetapi, sambil tetap menjual produk tembakau, menurut The Guardian .

Rokok telah membunuh lebih dari 8 juta orang per tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).(*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved