Berita Banda Aceh
4 Anak Perankan Forkopimda Aceh Bertemu Wali Kota Banda Aceh, Program "Sehari Jadi Pemimpin"
Mereka berperan sebagai Kapolda Aceh (Lolandra), Ketua DPRA (Miftahul Fahmi), Kepala Dinas Kesehatan (Siti Safura) dan Kepala Bappeda (Nur Aini).
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
Di ruangan tersebut, keempat anak ini diberikan waktu untuk ngobrol dan diskusi dengan wali kota.
Usai dari ruang VVIP, Aminullah dan istri mengajak mereka ke ruang tengah pendopo. Di sana telah tersedia meja bulat lengkap makanan dan minuman tersaji di atas meja.
Aminullah ternyata menjamu anak-anak itu untuk makan malam. Hebatnya lagi, mereka duduk semeja dengan orang nomor satu di Banda Aceh itu.
"Saya malam ini merasa bahagia bisa menyambut anak-anak hebat. Ini ada Pak Kapolda, ada Pak Ketua DPRA, ada Ibu Kadis Kesehatan dan Ibu Kepala Bappeda," kata Aminullah sambil menyebut jabatan-jabatan yang diperankan keempat anak tersebut.
Wali Kota berharap, 4 Rangers suatu saat itu benar benar menjadi pemimpin masa depan Aceh.
Dalam kesempatan ini, banyak hal yang disampaikan wali kota terkait keberhasilan ia dan jajaran membangun Kota Banda Aceh. Mantan Dirut BPD itu juga menjawab semua pertanyaan yang diajukan papa pemimpin sehari.
Ia juga menyampaikan apa-apa saja yang dibutuhkan seorang pemimpin dalam menggerakkan organisasi.
"Malam ini kita berbicara tentang kepemimpinan. Ini bersama kita ada empat anak muda calon pemimpin masa depan.
Pemimpin itu, bagaimana bisa menggerakkan orang lain untuk mencapai satu tujuan bersama," ujar Aminullah mulai membahas tentang kepemimpinan.
Katanya, kriteria utama pemimpin adalah beriman dan amanah. Kemudian visioner , cerdas dan berinisiatif.
"Untuk mencapai keberhasilan, seorang pemimpin harus visioner, mampu merancang pembangunan yang berkelanjutan," kata Aminullah.
Kriteria lainnya bertanggungjawab, kemudian harus mampu menjadi sosok pemimpin yang mencintai dan dicintai masyarakatnya, sehingga selalu merasa dekat dengan rakyat.
"Lihai berkomunikasi dan percaya diri juga kriteria yang harus dimiliki," tambah Aminullah.
Kemudian lanjut sosok yang memimpin sejumlah organisasi ini, seorang pemimpin harus taat aturan, yakni harus menjalankan roda organisasi sesuai aturan sehingga tidak bermasalah dengan hukum.
"Mampu membangun net working juga sangat penting. Dengan semua elemen. Seperti yang kita lakukan, dengan APBK 1,2 T tidak mungkin mampu mengakomodir aspirasi masyarakat dalam membangun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/empat-anak-jadi-pemimpin.jpg)