‘Saya Takkan Pernah Lupakan Aceh’, Pernyataan Kapolda Saat Tanam Bawang di Pidie
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs H Wahyu Widada M Phil, akan segera mengakhiri masa tugasnya di Aceh
“Nah upaya penanaman bawang merah ini dilakukan semata-mata untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani. Pandemi juga masih belum selesai, oleh karena kita semua harus selalu waspada, tetap menjaga protokol kesehatan serta menjaga pola hidup yang sehat,” ucap Abusyik.
Bupati menjelaskan bahwa ketika pola tanam sudah sehat, maka sudah pasti pola makan warga akan sehat dan menyehatkan, hal ini juga akan berpengaruh pada pola pikir yang sehat, yang tentu saja menjadi stimulus untuk melahirkan prilaku dan perbuatan yang baik. “Jika sehat ekonomi sudah tergapai maka dengan sendirinya akan memberikan imbalan besar bagi kesehatan jasmani dan rohani,” beber Abusyik.
Harapan senada juga disampaikan Pengurus Yayasan Pionir Nusantara Aceh H Ir Zakaria A Gani. Ia mengatakan bahwa program pertanian menjadi prioritas yang terus dikembangkan oleh pihaknya. “Kami akan tetap berkontribusi karena kami yakin program ini mampu menciptakan lapangan kerja dan pemberdayaan perekonomian bagi masyarakat,” kata Ir Zakaria A Gani, sembari meminta dukungan Kapolda Aceh dan seluruh pihak untuk kelancaran program pengembangan penanaman bawang merah kedepan.
Hingga saat ini, areal pertanian yang berada dalam pengawasan Yayasan Pionir Nusantara adalah seluas 10 hektar yang tersebar di Kabupaten Pidie, yakni di Gampong Suwiek seluas 2 hektar, selanjutnya di gampong Garot sebanyak 3 hektar, di Ujung Leubat 3 hektar, dan di Keumala seluas 2 hektar.(c43)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bawang-merah-pada-lahan-selua.jpg)