Breaking News
Kamis, 23 April 2026

Viral Medsos

Video Badai Pasir Seperti Dinding Menghantam China, Diperkirakan Tingginya 100 Meter

Melansir dari ABC News, Selasa (27/7/2021) angin menyapu membuat dinding pasir dengan perkirakan setinggi 100 meter di atas kota di Provinsi Gansu.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
TWITTER @lsjngs
Malapetaka landa China dengan badai pasir diprediksi setinggi 100 meter menghantam Kota Kuno di Jalur Dunhuang di Barat Laut China. 

SERAMBINEWS.COM - Malapetaka landa China dengan badai pasir diprediksi setinggi 100 meter menghantam Kota Kuno di Jalur Dunhuang di Barat Laut China.

Melansir dari ABC News, Selasa (27/7/2021) angin menyapu membuat dinding pasir dengan perkirakan setinggi 100 meter di atas kota di Provinsi Gansu, di tepi Gurun Gobi.

Badai pasir mengubah langit menjadi kuning dan mengurangi jarak pandang hingga kurang dari 5 meter di beberapa area.

Polisi lalu lintas setempat memberlakukan kontrol lalu lintas di gerbang tol dan mengarahkan kendaraan yang terdampar untuk meninggalkan jalan bebas hambatan dan berhenti di area layanan.

Video yang dirilis oleh stasiun televisi pemerintah China Central Television muncul setelah debu menyapu ibu kota China, Beijing.

Lalu lintas macet dan lebih dari 400 penerbangan dari dua bandara utama ibu kota dibatalkan.

Baca juga: Jika AS Terus Jadi Target Serangan Siber, Joe Biden Ancam Perang Betulan dengan Rusia dan China

Beijing menghadapi badai pasir reguler pada bulan Maret dan April karena dekat dengan Gurun Gobi, serta karena efek deforestasi (penebangan hutan) dan erosi (pengikisan) tanah di seluruh China utara.

China telah menanam "tembok hijau besar" pohon dalam upaya untuk menjebak debu yang masuk.

Negara ini juga telah mencoba membuat koridor udara, menyalurkan angin dan memungkinkan pasir dan polutan lainnya tidak menganggu masyarakat.

Tindakan tersebut telah mengurangi intensitas badai tetapi perluasan kota dan industri telah memberikan tekanan konstan pada lingkungan di seluruh China.

Dunhuang dulunya adalah garnisun perbatasan di Jalur Sutra yang sekarang dikenal dengan Gua Mogao, sebuah kompleks dengan 492 gua yang dihiasi patung-patung Buddha dan lukisan dinding.

Video mengenai terjangan badai di China juga diunggah pengguna Twitter @lsjngs, pada hari Senin (26/7/2021).

"Tunggu 2 detik, dunia benar-benar berbeda. Dunhuang menghadapi badai pasir musim panas yang langka. barat dunhuang adalah seribu km dari tanah tak bertuan dan Gurun Gobi. Tapi Banyak wisatawan senang menghadapi dan memiliki pengalaman aneh," tulisnya.

Baca juga: Menteri Pertahanan AS Siap Bekerjasama dengan China, Sinyal Awal Hubungan Akan Dibuka Kembali

Banjir China

Pada Jumat (23/7/2021) malam waktu setempat, media pemerintah yang mengutip otoritas lokal melaporkan bahwa jumlah orang tewas meningkat dari 33 menjadi 51.

“Kami tidak bisa mengungsi tepat waktu karena nenek saya yang cacat tidak bisa meninggalkan rumah,” kata seorang siswa sekolah berusia 16 tahun bermarga Zhang, yang mengatakan rumah mereka di Gongyi terendam banjir parah, kepada AFP.

"Aku agak takut aku akan tenggelam," imbuhnya seperti yang dilansir dari The Guardian pada Jumat (23/7/2021).

Laporan lokal menunjukkan kota Xinxiang, yang berpenduduk 5,8 juta orang, telah terkena dampak paling parah, dengan curah hujan lebih dari 260 mm jatuh dalam waktu dua jam.

Media pemerintah melaporkan sungai Wei telah meluap dan membanjiri desa-desa di dekat Hebi.

Pihak berwenang telah berusaha memblokir luapan air, tetapi tidak berhasil.

Puluhan ribu orang diselamatkan atau dievakuasi dari desa-desa dan lahan pertanian, beberapa dengan jembatan darurat, lainnya dengan perahu karet atau wadah dari alat konstruksi. (Serambinews.com/Syamsul Azman)

TERKAIT

Baca juga: BERITA POPULER - Kisah Irma Pramugari yang Tolak Cinta Soekarno hingga Biodata Lengkap Herlin Kenza

Baca juga: BERITA POPULER – Misteri Wanita Penggoda di Pidie, Pembunuhan Toke Butut, Respon Herlin Kenza

Baca juga: BERITA POPULER - Tokoh Kristen di Aceh, Puluhan Kendaraan Putar Balik hingga Info CPNS Aceh Singkil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved