Masjid Bersejarah di Tamiang Dicoret
Aksi vandalisme berupa coretan tulisan hinaan ditemukan di sejumlah dinding Masjid Besar Al-Huda, Karangbaru, Aceh Tamiang
KUALASIMPANG – Aksi vandalisme berupa coretan tulisan hinaan ditemukan di sejumlah dinding Masjid Besar Al-Huda, Karangbaru, Aceh Tamiang, Rabu (28/7/2021).
Kalimat hinaan yang ditulis menggunakan spidol hitam ini ditemukan pada lima bagian masjid. Misalnya, di spanduk tanda parkir jamaah, pintu ruang BKM, dinding sisi kanan, serta pintu masuk masjid yang terbuat dari kaca.
Seorang pengurus Masjid Besar Al-Huda, Mujahid mengatakan, tulisan ini cukup mengganggu karena berada di titik yang dilalui oleh jamaah. “Rata-rata di dekat tempat wudhu, jadi setiap jamaah yang akan ambil wudhuk pasti membacanya,” kata Mujahid.
Dia mengatakan, seluruh pengurus masjid bersama perangkat kampung, Babinsa dan Babhinkamtibmas telah duduk bersama membahas kasus ini. Sejauh ini belum diketahui motif pelaku, namun kecurigaan terhadap pihak yang membuat tulisan itu sudah diperoleh. “Kalau yang dicurigai sudah ada, polisi sedang mendalaminya,” kata dia.
Mujahid memastikan tidak ada gejolak sosial di internal BKM maupun di lingkungan masjid sebelum kalimat hinaan itu ditemukan di dalam masjid. “Setahu saya baru ini terjadi coretan di dinding masjid, dan selama ini tidak ada gejolak di lingkungan masjid ini,” jelasnya.
Terpisah, Kapolsek Karangbaru AKP Yozana Fajri mengatakan, kasus ini sedang tahap penyelidiakan. Dia pun meminta masyarakat menahan diri dan tidak mudah terpancing dengan isu yang bisa memperkeruh suasana. “Sedang kita selidiki, untuk masyarakat sangat diharapkan jangan terpancing isu, dan jangan bergerak sendiri,” saran AKP Yozana Fajri.
Sebagaimana diketahui, Masjid Besar Al-Huda merupakan salah satu masjid bersejarah di Aceh Tamiang. Jejak sejarah ini tertulis di salah satu bagian dalam yang menjelaskan masjid tersebut, didirikan oleh Radja Karang IX Tuanku Radja Silang tahun 1924 dan direnovasi oleh Radja Karang X pada 1936.
Masjid Besar Al-Huda Karangbaru, Aceh Tamiang. Kalimat hinaan yang ditulis di sejumlah dinding masjid menggunakan spidol ini pertama kali diketahui saat jamaah akan melaksanakan shalat subuh, Rabu (28/7/2021).
“Pelaku vandalisme ini sudah dilaporkan ke Polsek Karangbaru dan hingga kini masih terus diusut polisi. Meski belum terungkap, dugaan terhadap seseorang sebagai pelaku kejahatan ini diakuinya sudah ada,” ungkap Mujahid, pengurus Masjid Al-Huda.
Mujahid menambahkan, kecurigaan ini didasari rekaman CCTV yang menampilkan sosok pria yang datang ke masjid pada Rabu (28/7/2021) dini hari. “Jam satu malam kurang ada yang terekam masuk ke masjid, kecurigaan mengarah ke dia,” sambungnya.
Namun rekaman CCTV berdurasi 23 detik itu hanya menampilkan sosok seorang pria yang masuk ke masjid melalui pintu gerbang utama. “Semua tulisan ada di sebelah kanan masjid, dan dari empat CCTV yang kami periksa, malam itu cuma dia yang datang ke masjid,” ungkapnya.(mad)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/masjid-bersejarah-dicoret-kata-hinaan-2807.jpg)